3 Tips Penting dalam Diecast Photography

Miniatur kendaraan bukan cuma dikoleksi oleh anak-anak.
Mia Chitra Dinisari | 05 November 2018 07:34 WIB
Ilustrasi fotografer - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Miniatur kendaraan bukan cuma dikoleksi oleh anak-anak.

Ajang The 5th Shopee Indonesia Diecast Expo 2018 yang diadakan tanggal 3-4 November 2018 membuktikan bahwa para penggemar berat miniatur kendaraan ini justru didominasi oleh  diecaster yang berusia dewasa.

Walau terlihat sederhana, menciptakan visualisasi yang nyata ternyata bukanlah hal yang mudah. Di samping harus memperhatikan komponen dan perpaduan properti yang mereka gunakan - dari mulai pemilihan diecast yang memiliki detail yang sempurna, sampai ke penyesuaian momen untuk menciptakan kesan yang nyata.

Para diecaster seringkali menjadikan fotografi sebagai medium untuk memvisualisasikan koleksi miniatur kendaraannya dengan bentuk yang natural dengan gaya yang unik.

Danis Khalifah, seorang fotografer diecast dari komunitas Hotwheels Photography, Ari Aswin, Founder Diecastindo, dan Iwan Kustiawan pembuat diorama yang dikenal dengan detailnya yang luar biasa membagikan tipsnya sebagai diecaster.

Berikut adalah tiga tips penting yang perlu diketahui dalam diecast photography:

Pentingnya komposisi dan cerita

Sebelum merambah ke teknik dan komponen yang dibutuhkan, tentukanlah terlebih dahulu ceritamu. Danis mengaku sering mencari inspirasi cerita dengan mereka ulang adegan balap mobil atau rally favoritnya. Cerita menjadi penting untuk membantu Sobat Shopee menentukan latar dan komponen pendukung yang dapat menggambarkan skenario yang akan kamu olah. Keunikan cerita juga tentunya bisa membuat hasil jepretanmu nanti akan jadi jauh lebih menarik.

Memadukan teknik dan komponen

Setelah menentukan cerita, diecaster dituntut untuk dapat memadukan komposisi yang akan ditampilkan dengan pas. Komposisi terkait lokasi, sudut (angle) pengambilan, ukuran kendaraan (skala), dan properti penunjang lainnya seperti figur manusia, hewan, pepohonan, bangunan, dan banyak lagi. Ketika memutuskan untuk memotret di lokasi indoor, misalnya, pencahayaan (lighting) menjadi komponen pendukung fotografi yang penting.

Sedangkan jika ingin memotret di lokasi outdoor, perlu ditentukan pemilihan waktu (timing) yang pas untuk mendapatkan cahaya agar foto tampak natural. Kebanyakan diecaster memilih untuk melakukan hunting foto diecast outdoor menjelang matahari terbenam. Sobat Shopee juga bisa menggunakan reflektor untuk memantulkan cahaya pada objek agar terlihat lebih terang.

Peranan diorama

Untuk menciptakan visualisasi diecast yang natural, dibutuhkan latar yang ‘menghidupkan’ jepretan. Iwan memaparkan, diorama yang ‘hidup’ harus bisa merekam detail keaslian dari kondisi latar yang sebenarnya. Agar dapat menghasilkan detail yang ciamik, kamu nggak boleh takut berimajinasi. Sebab kita harus jeli membayangkan proporsi skala diorama yang akan dibuat. “Nggak mungkin kan, orang yang kita buat setinggi pepohonan?” tukas Iwan sambil tertawa. Selain imajinasi, kreativitas dan kesabaran juga penting lho, 

Tag : fotografi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top