Kombinasi Unik dari Biyan

Lewat koleksi busana spring/summer lini Studio 133, Biyan menerjemahkan kesan modern tersebut melalui patchwork yang dimunculkan pada busana baby doll, blus bergaya piyama, robe, pleated skirt, hingga oversized shirt. Koleksi Biyan ini lebih menonjolkan siluet busana yang longgar.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 17 November 2018  |  00:27 WIB
Kombinasi Unik dari Biyan
Karya perancang busana Biyan Wanaatmadja.

Bisnis.com, JAKARTA – Unsur tradisional tetap menjadi inspirasi utama perancang busana Biyan Wanaatmadja. Unsur tradisional tersebut kemudian diramu menjadi rangkaian koleksi busana siap pakai dengan sentuhan modern yang kuat.

Untuk koleksinya, Biyan tidak hanya berpaku pada satu sumber inspirasi melainkan sebuah rangkaian dari berbagai referensi seperti tempat, budaya, dan hal-hal yang dialami dalam keseharian.

Lewat koleksi busana spring/summer lini Studio 133, Biyan menerjemahkan kesan modern tersebut melalui patchwork yang dimunculkan pada busana baby doll, blus bergaya piyama, robe, pleated skirt, hingga oversized shirt. Koleksi Biyan ini lebih menonjolkan siluet busana yang longgar.

Tabrak warna dan motif pun sangat kuat pada koleksi yang mencakup busana pria dan wanita ini. Tergambar dari padu padan busana yang bernuansa bahagia, ceria, bebas, dan seakan tak peduli aturan, namun memiliki harmoni yang menawan.

Bertajuk Juxtaposed, Biyan ingin menyampaikan sebuah cerita tentang penyandingan, percampuran, dan tabrakan antar-banyak elemen, material, corak, dan garmen. Misalnya motif floral yang dipadu dengan motif geometris atau silk print yang dipadukan dengan lace.

“Kombinasi ini sesuatu yang tidak biasa dalam hal motif, tekstur, komposisi, dan juga gaya feminin, androgini, maupun maskulin. Ya, why not .This is fashion,” kata Biyan.

Motif batik Buketan yang banyak ditemukan di area pesisir Jawa menjadi inspirasi tradisional Biyan yang kemudian diterjemahkan pada koleksi ini. Motif itu dipadukan dengan busana longgar seperti celana bermotif garis-garis hingga polkadot.

Lewat koleksinya yang belum lama ini dipamerkan dalam pagelaran busana di Hotel Dharmawangsa, Biyan ingin menyentuh pasar yang lebih luas. Pasalnya, menurut Biyan, tradisional seolah diidentikan dengan kuno. Lewat keberagaman aneka elemen mulai dari warna, corak, hingga material, Biyan ingin menunjukan unsur tradisional dapat disulap menjadi lebih modern.

“Kesimpulannya, mungkin sesuatu yang terinspirasi dari tradisi dibuat menjadi sesuatu yang lebih ready to wear. Bisa dipakai untuk acara resmi, kasual, dan dipakai lebih banyak anak muda.

Semua koleksi nyaris tak sepi dari motif. Salah satu contoh motif kilim yang mengingatkan orang akan motif klasik. Motif buketan pun ditransformasikan ke dalam motif bunga bergaya retro. Keramaian motif ini menyatu dalam tone warna yang senada.

Kesan modern, ringan dan ceria pun ditampilkan pada pilihan bahan seperti satin silk, plus sentuhan brokat, lace dan denim. Material yang beragam itu tak berdiri sendiri-sendiri. Biyan memadukan dua hingga tiga material untuk satu potong busana, misal pada atasan wanita dia menggunakan satin silk dengan sentuhan brokat.

Pada koleksi kali ini pun, Biyan tak pernah kehilangan garis desainnya. Dia masih masih mengaplikasikan embroidery pada brokat seperti yang tampak pada satu look wanita dengan atasan yang cukup lebar. Bagian atas tersebut menggunakan bahan brokat dengan embroidery ditambah sedikit payet, tetapi pada bagian bawah menggunakan bahan satin silk.

Untuk koleksi lini pria, dia juga memberikan beberapa pilihan busana pria dengan siluet kemeja, jaket dengan hoodie, dan celana. Konsep ‘kombinasi sesuatu yang tak biasa’ itu pun tertuang pada tabrakan antar motif dalam satu potong busana. Misalnya motif floral yang dipadu tabrakan dengan motif geometris. Tak hanya itu, pada atasan pria, dia memberikan sentuhan bordir pada bagian leher hingga dada.

Biyan berhasil menghadirkan nafas busana bergaya klasik namun kekinian. Tren logo yang sedang hits tahun ini juga diaplikasikan Biyan pada karyanya. Dia memang desainer angkatan lawas namun tetap memperhatikan tren. Hal tersebut ditunjukan lewat tulisan label ‘ONE33’ pada beberapa look busana pria, yang diambil dari Studio 133 Biyan.

Hal serupa tak diaplikasikan Biyan untuk koleksi busana pria. Dia tak menghadirkan koleksi yang playful seperti busana perempuan. Warna yang digunakan untuk busana pria cenderung aman.

Biyan banyak bermain dengan blok warna seperti abu-abu, biru dongker dan putih. Sematan motif pun hanya pada separuh busana atau pada bagian tertentu seperti lengan, kantong baju, atau pada kerah.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tren fashion

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top