Pemanfaatan Teknologi Informasi Jadi Tantangan BPOM

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K. Lukito menilai tantangan lembaga ini ke depannya adalah merespons berbagai penggunaan teknologi dan informasi yang semakin berkembang dalam pengawasan obat dan makanan.
Feri Kristianto | 27 November 2018 19:55 WIB
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K. Lukito (ketiga dari kanan) bersama sejumlah kepala delegasi regulator obat negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/11/2018). - Bisnis/Iim Fathimah Timorria

Bisnis.com, DENPASAR -- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K. Lukito menilai tantangan lembaga ini ke depannya adalah merespons berbagai penggunaan teknologi dan informasi yang semakin berkembang dalam pengawasan obat dan makanan.
 
Dia mengatakan berbagai kegiatan telah dilakukan oleh BPOM di seluruh Indonesia selama ini, sehingga di pengujung tahun harus ada evaluasi guna mewujudkan pelayanan yang lebih baik. Termasuk di antaranya penggunaan teknologi informasi bagi BPOM.
 
"Sekarang kita evaluasi untuk langkah ke depan. Pengawasan obat dan makanan merupakan strategis prioritas bagi bangsa Indonesia. Keberadaan BPOM untuk membantu dan melindungi masyarakat, memastikan masyarakat mengonsumsi obat dan makanan yang aman serta berkualitas," papar Penny dalam 
"Rapat Evaluasi Nasional Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) 2018" di Kuta, Selasa (27/11/2018).
 
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan antara BPOM dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam peningkatan pengawasan obat dan makanan. Selain itu, turut digelar peresmian secara simbolis 35 kantor BPOM di seluruh Indonesia serta penandatanganan prasasti untuk kantor BPOM Buleleng. 
 
Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan apresiasi kepada BPOM atas pembentukan 40 kantor BPOM di kabupaten/kota pada tahun ini, terutama terhadap pembentukan BPOM di Kabupaten Buleleng dengan wilayah kerja Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana. 
 
Menurutnya, pembentukan BPOM di berbagai daerah tersebut akan meningkatkan perlindungan kepada masyarakat, khususnya Bali sebagai daerah wisata yang membutuhkan perhatian intensif terkait peredaran produk makanan dan obat-obatan.

Tag : bpom
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top