Tampilkan Pentas Ludruk, Teater Pandora Ajak Masyarakat Damai Meski Beda Pilihan

Tampilkan Pentas Ludruk, Teater Pandora Ajak Masyarakat Damai Meski Beda Pilihan
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  20:36 WIB
Tampilkan Pentas Ludruk, Teater Pandora Ajak Masyarakat Damai Meski Beda Pilihan
Teater Pandora - BISNIS/Gloria Fransisca Katharina Lawi

Bisnis.com, JAKARTA –Teater Pandora berkolaborasi dengan Relawan Pengusaha Muda Nasional DKI Jakarta menggelar kampanye politik kreatif lewat aksi teatrikal ludruk berjudul Sumenjab atau "Suto Mencari Jabatan".

Pentas kali ini dinilai sebagai salah satu cara millenial untuk menyatakan sikap terhadap kondisi sosial-politik yang ada bahwa apapun pilihan politiknya, perdamaian dan kolaborasi antarpemuda adalah tetap hal utama.

Ketua Dewan Pembina Relawan Penguasa Muda Nasional (REPNAS) DKI Jakarta Afifuddin Suhaeli Kalla mengatakan medium kesenian dan kebudayaan seperti pertunjukkan teater merupakan medium kreatif yang bisa menjadi ruang perjumpaan untuk anak muda berdiskusi dan bertukar pikiran secara nyata.

Cara-cara kreatif dan positif seperti ini harus disemarakkan agar anak muda semakin menyadari peran pentingnya dalam masyarakat sehingga mereka tergerak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keahlian dan bidangnya masing-masing.

"Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, anak muda bisa mendapatkan narasi dan hiburan alternatif di tengah kondisi sosial-politik yang tengah terbelah. Millenial, berbeda dengan generasi yang lebih "senior", tentu memiliki cara sendiri dalam melihat dan menikmati politik secara gembira,” ujarnya melalui rilis yang diterima Bisnis, Senin, (25/2/2019).

Pementasan ini berlangsung di Balai Sarwono, Jakarta pada Minggu (24/2/2019). Berbeda dengan gaya realis yang biasa mereka bawakan, Teater Pandora membawakan ludruk dan lenong yang sarat dengan guyonan dan kritik sosial.

Sumenjab berbicara mengenai kekuasaan, jabatan, dan kepentingan yang kini sedang hangat dibicarakan dalam menyambut pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun di negeri kita tercinta.

Sumenjab menjadi sebuah narasi alternatif di antara berbagai narasi sosial-politik yang saling membenturkan, dengan menghadirkan sosok Suto sebagai gabungan dari dua kandidat yang sedang berkompetisi saat ini.

Penonton diajak berpikir tentang pilihan masyarakat bahwa pada akhirnya, kedua kandidat presiden dan wakil presiden adalah manusia biasa, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Mengusung konsep pertunjukan rakyat, penonton dapat menikmati lakon ini dengan santai sambil duduk lesehan dan menikmati jajanan seperti kacang rebus dan wedangan.

"Intinya kami ingin menyampaikan pesan bahwa politik itu cuma sesaat. Jadi, jangan sampai yang sesaat itu merusak pertemanan kita yang selamanya," ujar Yoga Mohamad, sutradara pertunjukan.

"Melalui pementasan ini, kami ingin mengajak penonton untuk tertawa sekaligus mikir; bahwa anak muda itu harus pintar, jangan mau dipecah-belah, dan bahwa politik itu dapat dinikmati secara gembira karena ternyata banyak kelucuan dan keluguan terjadi di belakangnya," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teater

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top