Status Kesehatan Masyarakat Bisa Dipengaruhi Pesantren

Status Kesehatan Masyarakat Bisa Dipengaruhi Pesantren Denis Riantiza Meilanova | 10 Maret 2019 21:29 WIB
Status Kesehatan Masyarakat Bisa Dipengaruhi Pesantren
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Pimpinan Muhammadiyah Garut Iyet Mulyana meninjau fasilitas rusun Pondok Pesantren Darul Arqam di Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, pesantren memiliki peran penting dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. 

Salah satu upaya mengampanyekan kepada masyarakat pesantren agar hidup sehat  adalah melalui Pesantren Sehat.

Nila mengatakan pesantren sehat adalah pesantren yang melakukan upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kemampuan masyarakat pesantren secara terus menerus tentang kesehatan. Harapannya, masyarakat pesantren mampu mandiri dan berperan aktif dalam mencegah penyakit, memelihara lingkungan sehat, serta mewujudkan kebijakan berwawasan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal.

“Tujuan dari pesantren sehat adalah untuk mewujudkan masyarakat pesantren dapat mandiri dan berperan aktif dalam meningkatkan status kesehatannya,” kata Nila pada Seminar Nasional Peran Pesantren dalam Pembangunan Kesehatan, seperti dikutip dari rilis yang diterima Bisnis.com, Minggu (10/3/2019).

Adapun yang dimaksud masyarakat pesantren adalah kyai, kepala sekolah/ketua yayasan, ustaz/ustazah, santri, orang tua santri dan masyarakat sekitar pesantren.

Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), lanjut Nila, menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat pesantren dalam meningkatkan status kesehatan. Kegiatan rutin Poskestren diselenggarakan dan dimotori oleh kader Poskestren dengan bimbingan teknis dari Puskesmas setempat dan sektor lain.

Pelayanan yang disediakan oleh Poskestren adalah pelayanan kesehatan dasar, yang meliputi promotif, preventif, rehabilitatif dan kuratif. Penyelenggaraan Poskestren dapat dilaksanakan secara rutin setiap hari atau ditetapkan sesuai kesepakatan bersama pengelola Poskestren dan stakeholder lainnya.

Dalam rangka membangun Pesantren Sehat diperlukan tindak lanjut yang nyata yang melibatkan semua pihak terkait. Nila menyebutkan, dari Kementerian Agama misalnya, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pesantren dalam memberikan dukungan pengembangan hidup sehat dan peningkatan mutu layanan kesehatan.

Dari Kementerian Kesehatan dalam hal ini Dinkes dan Puskesmas, melakukan pembinaan kader kesehatan sekolah, melakukan pengawasan dan peningkatan pelayanan kesehatan di Pesantren. Kemendagri dalam hal ini Pemda melakukan pembinaan dan pengawasan secara umum terhadap pesantren.

Selain itu, tokoh masyarakat/tokoh agama juga dapat menggerakkan masyarakat di lingkungan pesantren untuk berperan aktif dalam kegiatan Pesantren Sehat. Begitupun mitra potensial lainnya seperti ormas / LSM /dunia usaha bersama dengan Petugas Puskesmas untuk berperan aktif dalam kegiatan Pesantren Sehat.

"Pesantren memiliki andil yang besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia. Melihat potensinya yang besar, yaitu dengan 25.938 pesantren dan 3.962.700 santri, diharapkan santri-santri dan pesantren dapat berperan sebagai agen perubahan (agent of change) baik untuk keluarga maupun untuk masyarakat," kata Nila.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pesantren

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top