Lima Cara Jitu Mengurangi Stres di Tempat Kerja

Berpikir secara berbeda merupakan kunci dalam upaya mengurangi stres. Misalnya, Anda bisa merasa lebih baik ketika berpikir lebih spesifik dan realistis daripada berpikir terlalu general dan idealis.
Eva Rianti | 13 Maret 2019 03:09 WIB
Ilustrasi stres - Reuters/Paul Hackett

Bisnis.com, JAKARTA – Hampir setiap hari seseorang mengalami stres. Bisa dikarenakan relasi yang tidak baik dengan orang lain, masalah keuangan yang tengah kacau ataupun kesehatan yang menurun.  

Tapi, tenanglah! Anda tidak sendiri karena semua orang memiliki masalahnya masing-masing. Perbedaannya hanyalah pada daya tahan diri masing-masing dalam mengendalikan stres yang dialami.

Berikut ini ada lima cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi stres yang Anda alami dengan cara mengubah pola pikir, seperti dilansir dari Psychologytoday, baru-baru ini.

Pertama, gambarkan secara spesifik, bukan generalisir.

Orang-orang yang rentan terhadap depresi sering memiliki overgeneralized memory atau memori yang terlalu umum (Sumner et al., 2010). Ini adalah kecenderungan untuk lebih mengingat atau memikirkan hal-hal yang tidak jelas dan umum daripada deskripsi spesifik.

Contohnya, daripada berpikir ‘saya punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan’, lebih baik mencoba untuk lebih spesifik dengan berpikir bahwa ‘saya harus menulis lima halaman’. Ini akan membuat pikiran Anda lebih fokus dan dapat meminimalkan tingkat stres ataupun tekanan.

Jadi, cobalah untuk menentukan dengan tepat tugas apa yang sedang Anda kerjakan dan hindari generalisasi.

Kedua, realistis

Seseorang yang mengharapkan tingkat kinerja mendekati 100% akan jauh lebih mungkin mengalami stres daripada orang yang memiliki ekspektasi kinerja yang lebih realistis.

Sebuah penelitian tentang perfeksionisme menunjukkan bahwa seseorang dapat mengurangi stres jika mempertimbangkan untuk mengubah ekspektasi kepada tingkat kepuasan, bukan kesempurnaan. Seperti yang pernah dikatakan oleh Salvador Dali, ‘jangan khawatir tentang kesempurnaan karena Anda tidak akan pernah melihatnya’.

Ketiga, tempatkan masalah pada perspektif yang sesuai

Mungkin Anda berpikir bahwa jika Anda tidak dapat menyelesaikan sebuah proyek tertentu pada tingkat yang diinginkan oleh bos, Anda akan merasa gagal dan berekspektasi akan kehilangan pekerjaan dan kemudian merasa malu pada keluarga dan teman-teman. Ini semacam pemikiran bahwa Anda memaksa berjalan sepuluh langkah dengan tali yang rapat!

Bisa saja, pekerjaan Anda merupakan tugas yang juga dirasa sulit oleh banyak orang. Dan bisa saja di perusahaan tersebut, orang-orang sebelumnya yang bekerja di bagian yang sama hanya sedikit yang bisa bertahan lebih dari tiga tahun.

Artinya, jangan mudah putus asa terhadap masalah yang tengah Anda hadapi. Tempatkan itu pada perspektif yang sesuai dan selesaikan dengan cara yang tepat, maka stres Anda akan berkurang. Lantas, ketika stres berkurang, Anda bisa berkonsentrasi dengan lebih baik.

Keempat, keyakinan untuk terus tumbuh    

Salah satu sumber stres di tempat kerja adalah keyakinan bahwa kemampuan seseorang stabil dan tidak dapat meningkat atau berubah.

Jika Anda percaya bahwa kemampuan Anda stagnan maka Anda akan percaya bahwa berusaha lebih keras, bertahan, dan memberi diri Anda waktu untuk belajar lebih banyak tidak akan berhasil.

Sebaliknya, jika Anda percaya bahwa kemampuan dapat tumbuh, maka Anda akan memberi waktu lebih banyak untuk mempelajari keterampilan baru dan menyelesaikan masalah. Jadi, tinggal mau pilih yang mana? 

Kelima, lakukan satu hal sekaligus

Upayakan Anda melakukan satu hal pada suatu waktu. Fokuslah pada tugas tersebut untuk saat ini dan ketika Anda telah menyelesaikan pekerjaan tersebut, lanjutlah ke pekerjaan yang lainnya. Melakukan pekerjaan satu demi satu secara konsisten kemungkinan besar akan membuat kadar stres Anda bisa berkurang.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
stres

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup