Membentuk Karakter Kreatif pada Anak

Salah satu penentu kesuksesan seseorang adalah kreatifitas. Sebab semakin kreatif seseorang, maka semakin cakap pula kemampuannya dalam memecahkan masalah. Namun, memunculkan karakter dan membentuk pribadi kreatif tidak semudah membalikan telapak tangan, melainkan harus dimulai sejak kanak-kanak.
Reni Lestari | 16 April 2019 10:40 WIB
Ilustrasi anak kecil dengan smartphone - flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu penentu kesuksesan seseorang adalah kreatifitas. Sebab semakin kreatif seseorang, maka semakin cakap pula kemampuannya dalam memecahkan masalah. Namun, memunculkan karakter dan membentuk pribadi kreatif tidak semudah membalikan telapak tangan, melainkan harus dimulai sejak kanak-kanak.

Kreatifitas juga tak bisa dilepaskan dari seni. Dalam dunia bermain anak, seni dapat mewujud dalam kegiatan menggambar dan mewarnai. Psikolog anak dan remaja Samantha Ananta mengatakan, aktivitas pemicu kreatifitas seperti menggambar dan mewarnai memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Bagian otak yang paling diasah dalam kegiatan ini adalah otak kanan, yang nantinya akan banyak digunakan oleh anak dalam pemecahan masalah.

"Art adalah penghubung untuk mengaktifkan sisi kanan otakk kita, dan ini bisa meningkatkan kemampuan problem solving. Jadi semakin kreatif anak, kemampuan problem solvingnya semakin tinggi dan bagus," kata Samantha.

Dia mengatakan, ada sebuah riset dari Michigan University, AS yang menyatakan bahwa anak-anak yang banyak bersentuhan dengan kegiatan seni, kelak ketika dewasa besar kemungkinan akan memiliki pemikiran yang out of the box, sehingga memudahkannya adalam menuntaskan persoalan hidup.

Hal yang sama juga berlaku pada anak-anak muda yang sudah membangun usaha sendiri. Samantha mengatakan, anak-anak yang kreatif akan dengan meudah memvisualisasikan ide di benak mereka dan mengeksekusinya menjadi sesuatu yang konkrit.

Secara teknis dia menggambarkan, aktivitas menggambar dan mewarnai akan mengaktifkan bagian otak yang disebut corpus callosum, yang berfungsi mengintegrasikan fungsi motorik, sensori dan kognitif. Bagian ini juga menjadi penghubung antara otak kanan dan kiri. Corpus callosum juga berpengaruh pada amygdala dan hippocampus, bagian yang masing-masing mengontrol ketakutan dan emosi.

Seni, lanjut Samantha, akan mengaktifkan amygdala dan sangat mempengaruhi responsnya terhadap hal-hal di luar dirinya, seperti masalah dan tantangan hidup. Selain itu, stimulus positif pada amygdala dan hippocampus akan menghasilkan kondisi emosi yang stabil pada anak.

"Kalau terlalu tinggi emosinya, jadi cepat marah, penuh iri, perasaan cemas, insecure, itu membuat bingung dan akhirnya larinya ke gadget dan nonton tv terus. Namun dengan hobi yang postif melalui menggambar bisa memberikan stimulasi yang positif," ujarnya.

Menggambar dan mewarnai juga bisa menjadi mood booster bagi anak, sekaligus juga meningkatkan kemampuan memori dan rasa percaya diri. Seni juga dikenal sebagai pereda depresi. Anak yang didiagnosa menderita depresi dapat terbantu kondisinya dengan aktivitas seni. Saat mood anak meningkat, pikirannya akan menjadi lebih rileks dan lebih termotivasi untuk belajar di sekolah.

Lantas bagaimana jika anak tidak suka atau enggan diajak menggambar? Hal itu bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya tidak ada inspirasi atau alat gambar yang tidak sesuai. Samantha menyarankan, untuk menumbuhkan minta anak pada seni bisa dimulai dengan mengenalkan anak pada objek-objek nyata yang bisa digambar. Sekali-kali Anda bisa mengajak anak-anak berkunjung ke museum, misalnya, dimana banyak barang seni dipamerkan. 

Selanjutnya, suplai anak dengan alat gambar dan mewarnai yang beragam. Masing-masing jenis alat gambar memiliki karakteristik dan tantangan masing-masing. Anak Anda mungkin tidak cocok menggambar dengan cat air dan kuas, maka cobalah tawarkan spidol atau pensil gambar. 

Komentar dari orang tua atau orang-orang di sekeliling juga akan berpengaruh terhadap antusiasme anak dalam berkesenian. Jangan pernah beri komentar yang negatif pada gambar anak Anda. Misalnya jika anak menggambar langit dengan warna merah, maka jangan suruh anak untuk mengganti warnanya menjadi biru.

Sudah banyak penelitian di Amerika dan Eropa yang membuktikan pentingnya menggambar pada kondisi psikis anak. Oleh karena itu banyak pula sekolah-sekolah di luar negeri yang menyediakan ruang seni bagi para siswanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup