Dua Film Dokumenter Anak Bangsa Masuk Festival Film Visions du Réel

Film dokumenter Diary of Cattle karya dua sineas muda dari Padang David Darmadi dan Lidia Afrilita terpilih untuk dipertunjukkan pertama kalinya pada dunia di festival film Visions du Réel, salah satu festival utama film dokumenter dunia, pada 11 April 2019 di Nyon, Swiss. 
Aprianus Doni Tolok | 17 April 2019 08:27 WIB
Ilustrasi film - Dribbble

Bisnis.com, JAKARTA - Film dokumenter Diary of Cattle karya dua sineas muda dari Padang David Darmadi dan Lidia Afrilita terpilih untuk dipertunjukkan pertama kalinya pada dunia di festival film Visions du Réel, salah satu festival utama film dokumenter dunia, pada 11 April 2019 di Nyon, Swiss. 

Kekuatan sinematis yang hampir sureal dari film ini mengajak penonton untuk melihat 
kehidupan sapi-sapi yang hidup di tempat pembuangan sampah di kota Padang.

Selain cerita yang unik, cara bertutur yang orisinal dan gambar yang sinematis dari film ini menjadi keunggulan Diary of Cattle. Film ini akan berkompetisi bersama 38 film lainnua yang masuk dalam kategori durasi pendek dan menengah. 

Selain Diary of Cattle, sebuah proyek dokumenter Indonesia berjudul The Flame (Bara) tentang seorang petani yang ingin mempertahankan lahannya juga terpilih menjadi salah satu dari 10 proyek dokumenter yang dipresentasikan kepada pasar dunia di festival yang sama. 

The Flame disutradarai oleh sineas Makassar Arfan Sabran dan diproduseri oleh Gita Fara (Jakarta). 

Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik mengatakan bahwa Diary of Cattle dan The Flame merupakan alumni dari workshop dokumenter IF/Then dan Docs By The Sea yang diselenggarakan oleh Bekraf dan In-Docs pada 2018. 

"Program-program ini merupakan investasi yang dilakukan Bekraf untuk meningkatkan kapasitas pembuat film dokumenter Indonesia dan untuk menghubungkan film dokumenter Asia Tenggara dengan pasar internasional.“ ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Selasa (16/4/2019)

Meskipun film-film dokumenter yang telah didukung dua program ini belum mendapatkan 
distribusi di tingkat nasional, tetapi sambutan dunia internasional telah membuktikan kualitas dan kemampuan para sineas Indonesia dan Asia Tenggara. 

Untuk melanjutkan keberhasilan film-film dokumenter Indonesia dan Asia Tenggara di pasar internasional, Bekraf dan In-Docs menghadirkan Docs By The Sea Incubator, yang akan diadakan di Bali, tanggal 25 April–2 Mei 2019. 

Program ini akan menginkubasi 24 proyek dokumenter yang dianggap paling potensial—9 di antaranya berasal dari Indonesia—sehingga mereka dapat menarik pendanaan dan memperluas jangkauan distribusi di industri internasional. 

Program inkubasi ini memiliki 3 fokus/lab yaitu Storytelling, Editing dan Creative Producing. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top