Hobi Koleksi Sneaker Bisa Jadi Investasi

Co-founder Urban Sneakers Society Jeffry Jouw mulai menyukai Sneaker sejak 2011, ketika kuliah di Amerika Serikat (AS). Menurut Jeffry, tren sneaker sudah berkembang cukup lama di AS, baru kemudian makin boomingdi Indonesia beberapa tahun belakangan.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 20 April 2019  |  18:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Co-founder Urban Sneakers Society Jeffry Jouw mulai menyukai Sneaker sejak 2011, ketika kuliah di Amerika Serikat (AS). Menurut Jeffry, tren sneaker sudah berkembang cukup lama di AS, baru kemudian makin boomingdi Indonesia beberapa tahun belakangan.

“Sepatu pertama saya jenis Nike Air Jordan 1, karena penasaran pada awalnya karena melihat orang mengantre untuk sepatu itu,” kata Jeffry. Berawal dari penasaran, dia mulai mempelajari mengenai sneaker.

Apalagi di luar negeri, budaya mengkoleksi sneaker sudah biasa, sama halnya seperti kolektor jam tangan. Sampai saat ini Jeffry yang akrab disapa Jejouw ini sudah mengumpulkan 40-50 sneaker.

Sama seperti pemburu sneaker lainnya, Dia juga memiliki pengalaman seru dalam berburu sneaker. Jeffry lebih banyak membeli sneaker langsung di luar negeri, karena beberapa sepatu yang diinginkannya sulit didapatkan di Indonesia.

“Sama seperti koleksi hoodie street wear, saya pernah menginap dua hari di pinggir pantai di Australia untuk membeli hoodie,” ujarnya. Kala itu harganya masih Rp20 juta ketika dijual di toko. Beberapa waktu kemudian barang tersebut dijual Rp100 juta.
Pernah juga, Jeffry kesengsem Nike Air Jordan Off White Chicago. Waktu itu dia mendapat tawaran dari teman dengan harga Rp15 juta. Peningkatan harga sneakermenurutnya cukup tinggi. “Di bulan ketiga saja setelah saya membeli sepatu itu, harganya sudah naik hingga Rp20-30 juta,” katanya.

Jenis sneaker yang disukai Jeffry adalah koleksi Nike. Koleksi terbanyak adalah seri Jordan 1, karena merupakan jenis sneakeryang paling historis menurutnya. “Sejak tahun 1985 hingga sekarang orang masih berburu sepatu ini,” kata Jeffry.

Harga sepatu untuk seri ini juga tidak murah. Seperti Nike Air Jordan 1 original tahun 1985 pernah dijual seharga Rp300-400 juta.

Karena barang ini bernilai investasi, banyak orang makin bernafsu untuk memburu sneaker. “Sebagian orang menjadikan sneaker bukan sebagai koleksi saja, tetapi uang masuk dan bisnis,” katanya.

Jeffry memandang baik bisnis maupun investasi dari sneaker sah-sah saja untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan perubahan harga sneaker yang sangat tinggi. “Saya pernah membeli 3 pasangsneaker seharga Rp33 juta, sebulan kemudian harganya 2 kali lipat dan sepatu itu laku banget di Indonesia,” ujarnya.

Secara pribadi, dia mendukung dan menggunakan sneaker merek lokal. Menurut dia, kualitas dan desain merek lokal tidak kalah dengan sneaker luar negeri. Dia menyebut merek seperti Commpas dan Nah Project yang sudah bisa membuktikan bahwa mereka bukan sepatu lokal biasa.

“Hebat sekali sih menurut saya sepatu lokal,” ucapnya.
Akan tetapi, Jeffry juga menyadari bahwa merek lokal masih kurang kompetitif jika dibandingkan dengan sneaker dari luar negeri. Dari segi harga, pasar sneaker lokal juga belum mematok harga yang tinggi.

Dalam pandangannya, sneaker lokal masih dalam tahap berproses. Apalagi industri sepatu sneaker lokal masih termasuk pemain baru dibandingkan industrisneaker luar negeri yang sudah berjalan puluhan tahun.

Jeffry menilai dari segi kualitas, sneakerlokal tidak kalah saing. Akan tetapi, dari segi desain dia merasa sneaker lokal masih perlu berjuang. “Sejauh ini sneaker lokal masih mengikuti desain sneaker luar negeri, jadi bentuknya mirip,” katanya lagi.

Agar sneaker lokal makin cemerlang di mata pencinta sneaker, sebaiknya menggunakan promosi branding yang kuat dan meningkatkan kualitas. Dia beranggapan bahwa sneaker lokal juga seharusnya dapat dijual dengan harga yang mahal.
Untuk merawat kebersihan koleksi sneaker, Jeffry lebih memilih menggunakan jasa laundry sepatu. Laundry sepatu dinilai lebih mudah, karena sepatu tinggal dikirim ke laundry, setelah itu dikembalikan dalam keadaan bersih. “Harganya terjangkau, Rp50-75 ribu per pasang,” katanya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Sneakers

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top