Penyebab Tingkat Risiko Kanker Payudara Masih Tinggi

Kanker tergolong penyakit yang menyumbang angka kematian cukup besar.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  23:05 WIB
Penyebab Tingkat Risiko Kanker Payudara Masih Tinggi
Ilustrasi kanker payudara. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kanker tergolong penyakit yang ditakuti sebab penyakit ini menyumbang angka kematian cukup besar. Berdasar data Globocan 2018, dari 18,1 juta angka kejadian kanker, sebanyak 9,6 juta jiwa terenggut nyawanya karena penyakit ini.

Untuk Indonesia, angka kejadian kanker sebesar 136,2 per 100.000 penduduk. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan ke-8 di Asia Tenggara dan ke 23 Asia untuk angka kejadian kanker terbanyak.

Merujuk data yang dipaparkan Kemenkes per 31 Januari 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

Dokter spesialis penyakit dalam Ralph Girson Gunarso mengatakan hingga saat ini masyarakat masih merasa takut dengan kanker, bahkan takut untuk melakukan pemeriksaan hal tersebut yang masih menjadi kekurangan.

“Kita memang tidak bisa [menghitung] apakah tingkat kepedulian meningkat karena banyak perbedaan di beberapa daerah. Tapi di kota besar sudah cukup lumayan [tingkat kepedulian kanker],” katanya di Plasa Senayan, Kamis (2/5/2019).

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mengatisipasi atau mengatasi kanker payudara. Misalnya dengan deteksi dini.

Menurutnya, kanker payudara memang banyak terjadi pada perempuan yang berusia dia di atas 30 tahun. Namun, bukan berarti di bawah 30 tahun tidak terjadi, begitu juga dengan kaum laki-laki. “Tetap ada tapi memang sedikit persentasenya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kanker payudara

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top