Saat Neil Amstrong Nonton Wayang di Bulan 

Heri Dono menggambarkan Neil Amstrong yang mengajak seniman maestro Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, dan S.Sudjojono ke bulan untuk menonton wayang kulit bersama.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 05 Mei 2019  |  15:18 WIB
Saat Neil Amstrong Nonton Wayang di Bulan 
Lukisan Watching Puppet on The Moon(200x300cm, akrilik di atas kanvas, 2014) karya Heri Dono.

Bisnis.com, JAKARTA – Apakah yang dilakukan Neil Amstrong saat pertama kali menginjakkan kakinya di Bulan? Pernah Anda bayangkan jika Neil Amstrong menonton wayang dari Bulan nan jauh di sana?

Di mata pelukis Heri Dono, kurang lebih begitulah yang dilakukan Neil Amstrong seperti tampak pada lukisan unik bertajuk Watching Puppet on The Moon (200x300cm, akrilik di atas kanvas, 2014).

Heri Dono menggambarkan Neil Amstrong yang mengajak seniman maestro Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, dan S.Sudjojono ke bulan untuk menonton wayang kulit bersama.

Seniman asal Yogyakarta itu mengatakan bahwa inspirasi lukisan ini berasal dari sosok Neil Amstrong.

“Mendengar Amstrong meninggal dunia, saya terinspirasi membuat lukisan ini,” ujarnya. 

Jadi, ketika Amstrong meninggal Heri Dono turut menampilkan seniman Indonesia yang juga telah tiada. 

Menurut Heri Dono di kebudayaan-kebudayaan masa depan hal-hal semacam ini adalah sebuah keniscayaan. Dia meyakini bahwa seniman pun tidak akan kalah dengan peradaban di masa mendatang.

 Sama seperti karya-karya sebelumnya, kali ini dia berhasil menampilkan lukisan dan instalasi dengan makna yang jenaka dalam pameran tunggal di Art Moments bertajuk Kohesi Initiative.

Dalam pameran spesial kali ini Heri Dono ingin menampilkan karya yang lekat dengan peradaban manusia dari waktu ke waktu.

Selain lukisan, Heri Dono juga menampilkan patung-patung kambing bersayap dengan wajah manusia bertajuk Riding the Tigerish Goat (Fiber glass, 2014). 

Pada patung-patung itu tampak berdiri sosok Soeharto muda di era orde baru. “Sengaja saya mengganti harimau dengan kambing karena sisi “kambing hitam”, seakan-akan masyarakat yang salah pada masa itu,” katanya. 

Menurutnya situasi orde baru seharusnya dibentuk monumennya melalui karya-karya seni. Hal ini penting agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali.

Semua karya Heri Dono masih dapat disaksikan di Art Moments hingga hari ini (5/5/2019).

Art Moments Jakarta resmi menggelar pameran perdana pada 3 hingga 5 Mei 2019 di Sheraton Grand Indonesia-Gandaria City Hotel Jakarta. Sebanyak 35 galeri seni bergabung dalam pameran ini.

Pameran menampilkan beragam seni kontemporer mulai dari patung, instalasi, video, fotografi, dan lain-lain. Sejumlah seniman Indonesia dan luar negeri bergabung dalam pameran kali ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pameran lukisan

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top