Museum Italia Berupaya Ungkap Misteri DNA Leonardo da Vinci

Museum Italia tengah memulai penelitian untuk mengungkap misteri rambut seniman Leonardo da Vinci. Sebuah museum di Italia mengatakan pihaknya berencana untuk melakukan tes DNA pada rambut yang diyakini milik seniman Renaissance Leonardo da Vinci.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Mei 2019  |  16:43 WIB
Museum Italia Berupaya Ungkap Misteri DNA Leonardo da Vinci
Kotak berisi rambut yang diduga milik Leonardo da Vinci di Museum Leonardo da Vinci di Vinci, dalam foto yang dirilis oleh museum Leonardo da Vinci 2 Mei 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Museum Italia memulai penelitian untuk mengungkap misteri rambut seniman Leonardo da Vinci.

Sebuah museum di Italia mengatakan pihaknya berencana melakukan tes DNA pada rambut yang diyakini milik pelukis era Renaissance Leonardo da Vinci, yang meninggal 500 tahun lalu, tepatnya pada 2 Mei 1519.

Namun, beberapa ahli telah memandang upaya tersebut dengan keraguan dan berpendapat bahwa rambut tersebut tak bisa dipastikan milik Da Vinci, sementara tes DNA yang kredibel juga terbukti tidak mungkin.

Da Vinci, yang kondang dengan lukisan Mona Lisa, dimakamkan di Chateau d'Ambroise dekat kota wisata Prancis. Kastil itu rusak parah setelah Revolusi Prancis 1789 dan banyak kuburan dihancurkan, termasuk yang milik Da Vinci.

Alessandro Vezzosi, Direktur Museum Ideal Leonardo da Vinci di Vinci, kota kelahiran seniman itu, mengatakan seuntai rambut dikumpulkan dari situs tersebut pada 1863 oleh seorang pria yang ditugaskan oleh komisi kerajaan untuk mencoba menemukan jenazah Da Vinci.

"Pada 1925 seorang kolektor Amerika membeli relik ini di Paris. Kemudian, sebelum meninggal pada usia 95, ia menjualnya ke kolektor Amerika lain, yang menghubungi kami," kata Vezzosi pada Selasa (7/5/2019).

Dia menjelaskan museum itu berencana mengekstraksi DNA dari sampel dan membandingkannya dengan DNA dari sekelompok keturunan yang menurut museum diidentifikasi pada 2016, dan menggunakan catatan silsilah seniman itu.

Pengujian juga harus dapat membuktikan jika sisa-sisa yang diidentifikasi di Perancis pada tahun 1863 benar-benar milik da Vinci.

"Yang penting adalah tidak menerima begitu saja hasil sebelum pengujian ilmiah selesai," kata Vezzosi.

Namun, beberapa ahli sudah memandang sebelah mata upaya itu. "Sangat mustahil bahwa rambut ini, yang dihadirkan seperti peninggalan (religius), akan berhubungan dengan Leonardo da Vinci," kata Eike Schmidt, Direktur Galeri Uffizi yang bergengsi di Florence.

Menemukan hubungan DNA dengan keturunan yang hidup akan membuktikan komplikasi tambahan, dengan melacak hanya mungkin melalui ibu dan garis wanita yang tidak terputus, atau ayah dan garis pria yang tidak terputus. Namun, identitas ibu Leonardo tidak diketahui.

Seniman itu sendiri tidak pernah menikah dan tidak meninggalkan pewaris langsung, sehingga DNA akan diperiksa terhadap keturunan yang menurut Vezzosi telah ditemukan dengan mengikuti pohon keluarga anak-anak lain yang lahir dari ayah Leonardo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lukisan, seniman

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top