'Rumah Peter Pan' Dibuka sebagai Pusat Literatur Anak di Skotlandia

Sebuah villa dan taman bertingkat di Dumfries, Skotlandia bakal dibuka sebagai pusat literatur anak - sastra dan mendongeng - pada Juni tahun ini.
Syaiful Millah | 28 Mei 2019 10:49 WIB
Situs Moat Brae di Dumfries, Skotlandia yang dibangun kembali sebagai pusat literatur anak - Sumber: The Guardian.

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah vila dan taman bertingkat di Dumfries, Skotlandia bakal dibuka sebagai pusat literatur anak - sastra dan mendongeng - pada Juni tahun 2019.

Tempat tersebut, merupakan tempat JM Barrie bermain sebagai seorang anak sekaligus tempat yang mengilhaminya untuk membuat karya fenomenal miliknya yang berjudul Peter Pan.

Dengan sebuah kapal bajak laut berskala nyata, laguna putri duyung, dan rumah pohon Lost Boys, taman modern yang bernama Moat Brae itu dilakukan proyek restorasi selama 8 tahun dan telah menghabiskan anggaran sekitar 8,5 juta Euro untuk nantinya digunakan sebagai pusat literatur anak.

Dibangun pada 1832, Moat Brae, pernah dijadikan sebagai rumah sakit dan setelahnya diperuntukkan sebagai panti jompo. Taman tersebut juga rencananya akan dibongkar, sebelum  warga lokal sepakat untuk menyelamatkannya pada 2011.

Selanjutnya, aktor Joanna Lumley yang memiliki koneksi pribadi ke daerah Dumfries mengusulkan dan mendukung proyek Peter Pan Moat Brae dengan mengumpulkan dana untuk memperbaiki dan memulihkan bangunan tersebut.

Hingga akhirnya, Heritage Fund, Creative Scotland, dan  Historic Environment Scotland menyepakati restorasi tersebut bersama dengan pemerintah Skotlandia, Dewan Dumfries, dan Dewan Galloway.

Taman tersebut memiliki rumah tiga lantai dengan pintu masuk mosaik aula pusat yang lapang. Terdapat pameran interaktif anak seperti zoetrop (perangkat yang menghasilkan citra gambar bergerak) dan lonceng Tinker Bell asli yang akan berbunyi setiap kali karakter peri muncul.

Ada pula rekreasi loteng di kamar anak yang memungkinkan pengunjung untuk mencoba menangkap bayangan Peter Pan atau merangkak melalui kandang ke teater bermain yang dilengkap dengan alat peraga.

Selain itu, tentu saja teradapat sejumlah sudut nyaman yang dapat digunakan untuk duduk dan membaca salah satu dari ribuan buku yang ditawarkan. Pihak pengelola juga berencana untuk membuat perpustakaan komunitas gratis untuk anak-anak setempat.

“Visi kami sangat sederhana, yaitu dunia di mana membaca dan bercerita merupakan bagian integral dari anak untuk tumbuh menjadi dewasa,” kata Simon Davidson, Director of Moat Brae seperti dikutip The Guardian, Selasa (28/5/2019).

Dia juga mengatakan bahwa pusat nasional ini akan melibatkan kaum muda dalam menetapan kegiatan praktik terbaik untuk anak-anak dalam bidang sastra. Termasuk juga mengembangkan minat baca dari segala usia, menjangkau pembaca anak yang menderita disleksia dan kebutuhan khusus lainnya, serta mendorong penulis untuk meningkatkan keragaman karya mereka.

Tak hanya itu, pihaknya juga kini tengah mengeksplorasi metode baru penceritaan yang mendalam menggunakan kemajuan teknologi multi indera.

“Kami ingin menemukan cara untuk melibatkan anak yang tidak bisa atau kesulitan membaca. Ada banyak cara untuk menyampaikan cerita di tempat ini,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
skotlandia, sastra Indonesia, Dongeng

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top