Mahasiswa UMM Temukan Gel Anti Aging dari Kulit Semangka

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menemukan gel anti aging atau anti penuaan karena kulit kusam dari kulit semangka.
Choirul Anam | 03 Juni 2019 06:21 WIB
Mahasiswa UMM tengah meneliti kulit semanga menjadi gel anti aging - Istimewa

Bisnis.com, MALANG—Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menemukan gel anti aging atau anti penuaan karena kulit kusam dari kulit semangka.

Penemu gel tersebut, Adhea Fajarina Nugraheni bersama Vika Amelia Safitri dan Kiki Vergianti Ayuningtyas yang ketiganya mahasiswa Prodi Farmasi UMM mengatakan penuaan atau aging suatu  proses menakutkan yang dihindari sebagian orang.

“Terlebih bagi kaum perempuan. Karena itulah kami berusaha mencari pemecahan dengan melakukan penelitian sehingga berhasil menciptakan formula berupa gel anti kusam dari kulit semangka (citrullus lanatus),” katanya di Malang, Minggu (2/6/2019).

Penelitian yanmg didampingi Dosen Prodi Farmasi Siti Rofida itu didaftarkan Program Kreativitas Mahasiswa – Penelitian (PKM-P) dan  lolos pendanaan dari Ristekdikti sebesar Rp12,5 juta.

Ardhea selaku koordinator kelompok mengungkapkan, seiring bertambahnya usia, kulit akan ikut menua. Salah satu solusi yang mungkin dilakukan yakni dengan melakukan tindakan pencegahan maupun memperlambat proses aging yang dinilai mengkhawatirkan.

“Salah satu cara dalam melakukan tindakan anti aging adalah dengan menggunakan kosmetik dari bahan tanaman yang banyak mengandung senyawa likopen dan antosianin yang berfungsi peremajaan terhadap kulit,” ucapnya.

Selain terdapat senyawa likopen, penggunaan kulit semangka dinilai mampu menutup pori-pori yang terbuka pada wajah dan menangkap radikal bebas yang disebabkan paparan sinar matahari dan polusi.

"Kedua manfaat itu merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya penuaan dini," kata Ardhea.

Biasanya semangka hanya dimanfaatkan dagingnya saja, sementara bagian kulitnya dibuang. Padahal kulitnya  juga bisa dimanfaatkan t sebagai bahan aktif kosmetika. Dengan begitu, selain dapat mengurangi limbah, juga memberikan nilai tambah.

Siti Rofida menjelaskan,  penelitian tiga mahasiswa program studi Farmasi ini dilakukan dalam jangka waktu lima bulan dengan tahapan, yakni persiapan bahan uji ekstrasi kulit buah, pembuatan gel anti kusam, pengujian mutu fisik dan pengujian aktivitas antioksidan gel.

“Kami berharap setalah adanya penelitian ini hasilnya dapat dipublikasikan dalam seminar nasional dan memiliki potensi untuk didaftrarkan hak paten. Selain itu juga dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk membuat penelitian lainnya,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penuaan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top