Petugas Kesehatan Haji Dibekali Kemampuan Hipnoterapi

Saat pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi, tak jarang dijumpai jamaah haji yang mengalami kelelahan dan stres sehingga tidak mau beraktivitas atau sebaliknya beraktivitas secara berlebihan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  12:55 WIB
Petugas Kesehatan Haji Dibekali Kemampuan Hipnoterapi
Pelaksanaan salat di Masjidil Haram, Makkah. - Reuters/Suhaib Salem

Bisnis.com, JAKARTA - Saat pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi, tak jarang dijumpai jamaah haji yang mengalami kelelahan dan stres sehingga tidak mau beraktivitas atau sebaliknya beraktivitas secara berlebihan.

Hal ini dapat disebabkan karena faktor usia, beratnya prosesi haji, cuaca ekstrem atau ketidakmampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kondisi jemaah seperti itu tentu butuh penanganan khusus tidak hanya perawatan secara medis.

Pengalaman tersebut mengemuka saat acara Konsolidasi dan Penguatan Komunikasi Persuasif Petugas Kesehatan Haji Indonesia Tahun 2019 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Cilandak, Jakarta (23/6/2019), sekitar 60 orang peserta yang mengikuti pembekalan ini ialah para Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang berasal dari kawasan Jabodetabek.

“Beberapa pengalaman yang dialami petugas kesehatan ketika menghadapi jemaah haji yang merasakan kelelahan atau stres. Sementara kemampuan teknis sebagai tenaga kesehatan yang menonjol ialah memberikan tindakan medis dengan pengobatan” ujar Iman Kastubi, Widyaiswara asal Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto Jawa Barat dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan.

Ada empat macam materi komunikasi persuasif yang disampaikan kepada para peserta pada kesempatan tersebut, yakni promosi kesehatan, akupresur/pijat, SEFT dan hipnoterapi. Tujuan komunikasi ini untuk membuat perubahan pada sikap dan perilaku individu.

Metode hipnoterapi terkhususnya, terbukti ampuh untuk mengatasi masalah kejiwaan seperti fobia kecemasan meninggalkan keluarga. Kasus lain yang sering ditangani mulai dari menghilangkan kebiasaan merokok, mengurangi kecemasan akibat lingkungan baru, dan tidak mau makan.

Hal tersebut dapat diatasi selama klien/jemaah masih mampu mendengar paham dan mengerti apa yang disampaikan oleh terapis dengan memberikan support mental, membantu jemaah haji dengan cara memberikan sugesti positif melalui alam bawah sadarnya. Selain menerima teori dan konsep komunikasi persuasif, seluruh peserta juga melakukan praktik hipnoterapi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arab saudi, Ibadah Haji, info haji

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup