Berisiko Kematian, Sanofi Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Influenza

WHO menyebutkan bahwa influenza ternyata telah menyebabkan 500.000 kematian setiap tahunnya dan 70 persen diantaranya berasal dari kematian lansia.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 05 Juli 2019  |  18:05 WIB
Berisiko Kematian, Sanofi Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Influenza
Jolesiti Sta. Ana (President Director Sanofi Indonesia), Samsuridjal Djauzi ( Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI), Cissy B Kartasasmita (Ketua Indonesia Influenza Foundation), dan Siti Setiati (Ketua PERGEMI) saat ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Jumat (5/7/2019). - BISNIS/Ria Theresia

Bisnis.com, JAKARTA - Jangan pernah menyepelekan penyakit influenza karena lembaga kesehatan dunia, WHO menyebutkan bahwa influenza ternyata telah menyebabkan 500.000 kematian setiap tahunnya dan 70 persen diantaranya berasal dari kematian lansia. 

Hal ini yang coba ingin digali lebih dalam oleh Sanofi Pasteur sebagai lembaga kesehatan internasional dimana organisasi tersebut memusatkan perhatian pada mudahnya penularan virus influenza yang dapat terjadi melalui udara dan percikan ludah.

"Setiap orang termasuk orang yang sehat sekalipun, berisiko terinfeksi influenza. Untuk itu, Sanofi Pasteur bermitra dengan Indonesia Influenza Foundation [IIF] dan Satgas Imunisasi Dewasa mengadakan kegiatan edukasi dengan media mengenai pentingnya vaksin influenza yang sesuai untuk melindungi lansia, tenaga kesehatan dan kelompok risiko tinggi," ucap Joselito Sta. Ana, President Director saat ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Jumat (5/7/2019).

Komplikasi akibaf influenza pun dapat terjadi pada kelompok berisiko tinggi yaitu anak-anak, orang lanjut usia di usia 65 tahun, individu dengan penyakit kronis, dan ibu hamil.

"Vaksinasi influenza direkomendasikan oleh berbagai lembaga kesehatan, seperti WHO dan Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, terutama bagi mereka yang menderita penyakit kardiovaskuler. Vaksinasi merupakan cara efektif untuk mencegah infeksi dan komplikasi yang ditimbulkan oleh virus influenza," tambah Samsuridjal Djauzi, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI.

Vaksin influenza dijelaskan dapat bertahan kurang lebih satu tahun karena seringkali terjadi mutasi virus yang disebabkan adanya antigenic drift atau mutasi minor saat virus influenza melakukan replikasi sehingga bersirkulasi virus galur yang baru. Sehingga vaksin influenza perlu dilakukan secara rutin setiap tahun.

"Influenza bukanlah penyakit yang sepele. Terutama di negara tropis seperti Indonesia, dimana flu bisa terjadi tidak hanya di musim hujan. Sudah saatnya masyarakat Indonesia melakukan pencegahan influenza melalui vaksinasi yang sesuai agar terlindungi secara efektif, terutama bagi kaum lansia dan tenaga kesehatan," tutup ketua PERGEMI, Siti Setiati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
who, influenza

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top