Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Bahayanya Karbon Dioksida Dalam Ruangan

Para peneliti memperingatkan bahwa tingkat karbon dioksida (CO2) dalam ruangan bisa mengaburkan pemikiran dan mungkin menimbulkan bahaya yang lebih luas bagi kesehatan manusia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  08:56 WIB
Ilustrasi - ilmupengetahuan.org
Ilustrasi - ilmupengetahuan.org

Bisnis.com, JAKARTA – Para peneliti memperingatkan bahwa tingkat karbon dioksida (CO2) dalam ruangan bisa mengaburkan pemikiran dan mungkin menimbulkan bahaya yang lebih luas bagi kesehatan manusia.

Sebuah studi terbaru yang mengkaji tentang dampak kesehatan dari CO2 menunjukkan bahwa ada banyak kadar CO2 yang ditemukan di kamar tidur, tuang kelas, dan kantor yang memiliki efek berbagaya pada tubuh, termasuk memengaruhi kognitif.

“Ada banyak bukti yang perlu diperhatikan meskipun tidak cukup memprihatinkan tapi harus tetap diwaspadai,” kata Michael Hernke, penulis studi dari University of Wisconsin Madison seperti dikutip The Guardian, Selasa (9/7/2019).

Studi yang ditulis Hernke dalam jurnal Nature Sustainability melaporkan bahwa mereka mempertimbangkan 18 studi tentang tingkatan CO2 yang terpapar pada manusia serta dampak kesehatannya pada manusia dan hewan.

Tim penelitian itu menyebut kadar CO2 perlu mencapai konsentrasi yang sangat tinggi untuk dapat memengaruhi kesehatan manusia, yakni mencapai 5.000 ppm.

Akan tetapi, semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kadar CO2 rendah, sekitar 1.000 ppm dapat menyebabkan masalah kesehatan. Bahkan jika paparannya hanya berlangsung selama beberapa jam saja.

Penelitian itu juga menemukan bahwa ruang kelas yang padat atau memiliki sistem ventilasi udara yang buku, lingkungan kantor, dan kamar tidur semuanya ditemukan memiliki kadar CO2 yang melebihi angka 1.000 ppm.

“Lingkungan dalam ruangan jauh lebih memprihatinkan saat ini. Terlebih, banyak orang yang menghabiskan 60%-80% waktu mereka disana,” kata Hernke.

Lebih lanjut, penelitian itu juga melihat dampak pada kinerja kognitif manusia dan produktivitas. Hasilnya, dalam studi yang dilakukan pada 24 karyawan menunjukkan skor ognitif 50% lebih rendah ketika mereka terpapar 1.400 ppm CO2, dibandingkan dengan mereka yang hanya terkena 550 ppm.

Selain itu, tim penelitian juga mengamati dampak kadar CO2 pada hewan yang ditemukan paparan hingga 2.000 ppm dalam kurun waktu beberapa jam dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.

Ada juga bukti sementara yang menunjukkan bahwa paparan berkepanjangan CO2 pada tingkat 2.000-3.000 ppm memiliki dampak pada tubuh termasuk stress, kalsifikasi ginjal, dan demineralisasi tulang.

Hernke mengatakan bahwa bagaimana pun, merupakan pekerjaan besar untuk mengembalikan kondisi udara yang lebih baik dan harus melibatkan berbagai pihak. Untuk diri sendiri, Hernke menyarankan sebisa mungkin untuk mengatur ruangan dan aktivitas yang lebih sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karbon dioksida
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top