Anak-anak Mesti Diperkenalkan Permainan Tradisional agar Mau main di Luar

Pemerintah dinilai perlu untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak agar mereka mau bermain di luar ruangan yang dampaknya lebih positif. 
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  09:04 WIB
Anak-anak Mesti Diperkenalkan Permainan Tradisional agar Mau main di Luar
Sejumlah siswa mengikuti lomba permainan tradisional "Deduplak" atau lomba lari menggunakan batok kelapa dalam rangkaian perayaan HUT ke-231 Kota Denpasar di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Minggu (10/2/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com JAKARTA -- Pemerintah dinilai perlu untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak agar mereka mau bermain di luar ruangan yang dampaknya lebih positif. 

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah. Dia bersama dengan lebih dari 1.000 warga yang terdiri dari anak-anak, orangtua, guru dan pegiat pendidikan serta pemerhati anak, memenuhi pelataran Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk berpartisipasi dalam gerakan jam main anak. 

Pada pelaksanaan kali ini, seluruh peserta meramaikan dengan berpartisipasi dalam sejumlah permainan tradisional. Hal ini diyakini dapat turut melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi-tradisi daerah yang menjadi kekayaan bangsa kita. 

Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli mendatang, Zulkieflimasyah menyerukan kepada orang tua untuk mendampingi putra-putrinya saat bermain. 

Menurutnya, banyak kebaikan yang didapat dari kegiatan bermain, antara lain mendukung perkembangan psiko-motorik, kesehatan fisik dan mental, memperkuat daya tahan tubuh, serta perkembangan sejumlah aspek psikologis. 

"Masyarakat Nusa Tenggara Barat memiliki berbagai permainan tradisional, seperti Ogor Ban, Mpa’a Bedi Oo, serta masih banyak lagi. Untuk itu, mari luangkan waktu untuk bermain bersama anak sambil melestarikan budaya kita,” tambahnya.

Country Leader of Communication & Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia, Devy Yheanne, mengatakan tidak sedikit orang tua yang lebih memilih dan merasa aman jika anak-anak bermain di dalam rumah daripada bermain di luar, karena berbagai alasan. 

“Kondisi ini merubah pemahaman anak tentang bermain dan teman bermainnya. Bermain di luar ruangan bersama anak dapat memberikan manfaat penting bagi anak dan orangtua, dimana keluarga dapat mempererat ikatan emosional sehingga mendukung perkembangan psikologis anak, menumbuhkan kreativitas, moral, dan kerja sama,” ungkap Devy. 

Sejalan dengan komitmen terhadap gerakan sosial jam main anak, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) telah melakukan serangkaian kegiatan pendukung berupa kegiatan sosialisasi bersama para ibu PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tahun ini program kerja LPAI berfokus untuk memperkuat peran perempuan dalam keluarga, khususnya pada pola asuh anak dan remaja. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua, para ibu khususnya, untuk mendorong aktivitas bermain anak-anak di luar bersama keluarga, serta mengantisipasi semakin tingginya penggunaan gawai oleh anak-anak. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top