Angkat Tema Lokalitas Metropolitan, Pekan Sastra Betawi Digelar Awal Bulan Depan

Unit Pengelola Taman Ismail Marzuki bakal menggelar Pekan Sastra Betawi sebagai upaya untuk lebih memperkenalkan karya sastra betawi ke masyarakat luas.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  18:51 WIB
Angkat Tema Lokalitas Metropolitan, Pekan Sastra Betawi Digelar Awal Bulan Depan
Pengunjung beraktivitas di Taman Ismail Marzuki (TIM) - Bisnis/Triawanda Tirta

Bisnis.com, JAKARTA – Unit Pengelola Taman Ismail Marzuki bakal menggelar Pekan Sastra Betawi sebagai upaya untuk lebih memperkenalkan karya sastra betawi ke masyarakat luas.

Pekan Sastra Betawi (PSB) diwujudkan melalui kerja sama berbagai pihak mulai dari Dewan Kesenian Jakarta, Lembaga Kebudayaan Betawi, Balai Pelestarian Nilai Jawa Barat, Komunitas Baca Betawi, dan Betawi Kita.

Fadjriah Nurdiansih selaku panitia pelaksana dari Komunitas Baca Betawi mengatakan bahwa acara yang akan diselenggarakan pada 5-8 Agustus mendatang di kawasan Taman Ismail Marzuki tersebut mengusung tema besar “Lokalitas Metropolitan”.

“Tema ini dipilih sebab karya sastra Betawi merupakan karya-karya yang melukiskan ciri khas wilayah kebudayaan Betawi, termasuk komunitas kultural yang mendiaminya serta kota tempat bermukim,” tulisnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (22/7/2019).

Dia menuturkan bahwa PSB akan terdiri dari serangkaian kegiatan meliputi lomba menulis cerpen Betawi dengan tema Kampungku dan seminar sastra bertema “Kesalahan Penggambaran Orang Betawi dalam Sinetron dan Film”.

Ada juga empat lokakarya (menulis cerpen, pantun, sahibul hikayat, dan artikel populer), pertunjukan sastra lisan seperti sahibul hikayat, gambang rencak, topeng jantuk, dan lenong. Kegiatan lainnya adalah Bazar Kuliner Betawi dengan tema “Festival Jajanan Betawi”.

PSB juga memberi kesempatan kepada para penulis dan pecinta sastra untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan pendukung bertajuk Betawi Bersastra, sebuah kegiatan berupa apresiasi karya para maestro dan penerbitan karya baru.

Beberapa nama penulis berdarah Betawi yang dikenal misalnya Chairil Gibran Ramadan, Nur Zen Hae, Firman Muncato, SM Ardan, dan lain-lain.

“Pada intinya kegiatan ini dilaksanakan agar masyarakat luas mendapat gambaran yang utuh dan benar tentang orang Betawi melalui karya sastra. Selain itu, kearifan lokal dalam seni sastra Betawi juga mampu dipahami lebih baik,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jakarta

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top