Sindrom Williams, Kelainan Langka yang Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Sindrom Williams atau Williams Syndrome baru-baru ini menjadi populer setelah anak komedian Dede Sunandar terdiagnosis mengidap kelainan langka ini.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  14:36 WIB
Sindrom Williams, Kelainan Langka yang Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA – Sindrom Williams atau Williams Syndrome baru-baru ini menjadi populer setelah anak komedian Dede Sunandar terdiagnosis mengidap kelainan langka ini.

Dikutip dari williams-syndrome.org, kondisi ini adalah kelainan genetik sejak lahir yang bisa mempengaruhi kondisi tubuh lain seperti jantung, ginjal, pelambatan pertumbuhan hingga masalah belajar.

Kelainan ini disebut langka karena biasanya ibu yang melahirkan anak dengan Sindrom Williams kecil kemungkinan akan melahirkan anak dengan kelainan yang sama, namun anak tersebut kemungkinan besar menurunkan kelainan ini kepada anaknya kelak ketika ia sudah menikah.

Selama masa pertumbuhannya, anak dengan kelainan Sindrom Williams akan memiliki masalah belajar seperti lambat dalam memecahkan masalah penalaran abstrak, angka, hubungan spasial hingga tugas sehari-hari, sehingga orangtua dianjurkan untuk memberi dukungan penuh pada anak dengan kondisi ini.

Gejala umum dari kondisi ini meliputi; kondisi fisik seperti berat badan yang kurang, relatif pendek, dahi lebar dan mulut terbuka, hingga masalah makan, hiperaktif dan fobia spesifik.

 Anak dengan kondisi ini biasanya juga akan memiliki ketertarikan yang berlebih pada musik, lebih memilih kontak fisik, senang bersosialisasi dan sensitif terhadap suara yang keras.

Sindrom Williams dapat lebih dahulu didiagnosa melalui perkembangan fisik atau sebuah tes yang dinamakan Fluorescent in Situ Hybridization (FISH). Sayangnya, hingga sekarang tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan kondisi ini.

Namun, pengecekan teratur bagi sistem kardiovaskular akan sangat membantu pertumbuhan anak dengan kondisi ini. Lebih lanjut, anak dengan kondisi ini disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan dengan zat kalsium dan vitamin D ekstra karena dalam pembuluh darahnya jumlah zat tersebut sudah tergolong tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
vitamin, tumbuh kembang anak

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top