Pertama Kali, Jakarta Gelar Festival Sastra Internasional

Dewan Kesenian Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Jakarta International Literary Festival, JILF. Festival sastra internasional atas nama Jakarta ini merupakan yang pertama kali digelar.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  17:25 WIB
Pertama Kali, Jakarta Gelar Festival Sastra Internasional
Para penulis dan kurator JILF dalam acara pembukaan festival di Taman Ismail Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Kesenian Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Jakarta International Literary Festival, JILF. Festival sastra internasional atas nama Jakarta ini merupakan yang pertama kali digelar.

Direktur JILF Yusi Afianto Pareanom menjelaskan butuh waktu 3 tahun bagi penyelenggara untuk mewujudkan festival yang diberi tema sentra "Pagar" ini. Tema tersebut mencerminkan batasan-batasan dunia yang semakin lebur.

Pada helatan pertama, JILF mengundang 55 penulis, 26 penerbit dan 21 komunitas sastra, antara lain dari Afrika Selatan, Botswana, Filipina, India, Indonesia, Inggris, Jerman, Turki, Malaysia, Mauritius, Palestina, Singapura, Siprus, Somalia, dan Thailand.

"Secara khusus, JILF memberi penekanan pada penulis dan karya yang muncul dari negara-negara belahan Selatan. Penekanan ini kami anggap penting sebagai upaya pengimbangan wacana yang selama ini didominasi Utara," ujar Yusi.

Yusi melanjutkan, banyak sekali karya bermutu tinggi dari dunia belahan Selatan yang tidak terakses oleh peminat sastra yang tinggal di negara Selatan lainnya, hanya karena karya itu belum terbit dan diakui di Utara.

Festival ini telah dibuka dengan pidato kunci yang disampaikan oleh Adania Shibli, novelis Palestina. Shibli membawakan pidato kunci berjudul "saya tidak bercakap dalam bahasa saya", yang menceritakan alienasi penggunaan Bahasa Arab di kalangan negara-negara Arab sendiri.

Program dalam JILF 2019 dibagi menjadi dua, yakni utama yang terdiri atas pidato kunci, simposium, bincang sastra dan penulis, malam pembacaan karya, lab ekosistem sastra, pameran bacaan liar era kolonial, dan pasar hak cipta buku yang mempertemukan penerbit-penerbit internasional dan nasional. Kedua, program pendukung terdiri atas diskusi prafestival, ruang sastra dan komunitas yang akan diisi oleh pentas teater, musik dan pemutaran sinema film.

JILF berlangsung mulai 20 hingga 24 Agustus 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Seluruh program pada festival ini gratis dan terbuka untuk umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
festival

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top