Playfest 2019, Menghadirkan Festival Tanpa Asap Rokok

Hari kedua gelaran Playfest 2019 masih dimeriahkan banyak kreator konten dan sederet nama besar di industri kreatif.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  15:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Hari kedua gelaran Playfest 2019 masih dimeriahkan banyak kreator konten dan sederet nama besar di industri kreatif.

Sesi Talks diisi oleh Najwa Shihab yang merayakan satu dekade program Mata Najwa, Gibran Rakabuming Raka di sesi “Jurus Anti Baper ala Gibran”, Pandji Pragiwaksono yang bicara tentang menerima kegagalan sebagai proses kreatif, dan tak ketinggalan Pinot sekeluarga yang menutup sesi Talks di area Experience Ideas ini lewat sesi kreatif “The Limit is No Limit” dan mendapat tepuk tangan berdiri (standing ovation) dari seluruh pengunjung.

Di area Silent Talk juga diramaikan banyak pelaku industri kreatif, seperti Joko Anwar, Ernanda Putra, Silvia Halim, Dayu Dara, Isha Hening, Anton Wirjono, Ria Sarwono, Dinar Amanda, dan tak ketinggalan Irfan Ramly. 

Area Creators on the Ground juga dipadati para kreator konten seperti Reza Nangin, Martin Anugrah, Chika Fawzi, dan Adriano Qalbi.

Para pemain Perempuan Tanah Jahanam seperti Tara Basro, Ario Bayu, dan Marissa Anita juga berkumpul di area ini.

Bernyanyi bersama dalam konsep karaoke juga sangat diminati dalam dua hari gelaran Playfest 2019.

Area lounge Hello Dangdut tak pernah kekurangan penonton yang ikut sumbang suara dan goyang.

Begitu pula ketika Mr. Nostalgila turut mengajak penonton untuk bernostalgia dengan lagu-lagu lawas yang serentak dinyanyikan ratusan pengunjung yang memadati area Creators on the Ground.

Di panggung Playstage hari kedua dimeriahkan oleh Bilal Indrajaya, The Adams, Randy Pandugo, dan ditutup oleh Naif.

Menariknya panggung Playstage selama dua hari juga memberi kesempatan untuk TOP 4 ICINC, program pencarian solois berbakat Indonesia untuk unjuk kebolehan. Mereka adalah Moneva, Devinta, Marcello (Cellosux), dan Arta Siregar.

Berikut adalah beberapa kilasan kisah yang terjadi sepanjang acara Playfest 2019 di hari kedua:

Playfest 2019: Festival Tanpa Asap Rokok

Di dua hari gelaran Playfest tidak sulit menemukan pasangan muda membawa anak yang masih berusia balita. Tahun ini Playfest menerapkan aturan bebas asap rokok di seluruh area festival.

“Aturan ini demi kenyamanan semua pengunjung, khususnya yang tidak merokok dan mereka yang membawa anak,” ujar Dahlia Citra Buana selaku chief of MCN sekaligus co-founder Narasi.

Langkah ini mendapat apresiasi dari banyak pengunjung yang bisa menikmati talkshow dan konser musik bebas asap rokok.

Mengelola Sampah Festival Secara Bertanggung Jawab

Festival dan event besar biasanya menyisakan persoalan baru, yaitu sampah yang menumpuk. Tahun ini Playfest 2019 bekerjasama dengan Waste4Change berupaya menerapkan festival yang ramah lingkungan.

Sebanyak 22 titik di sepanjang venue siap menampung sampah dari kertas, plastik, organik, dan anorganik selama dua hari gelaran Playfest 2019.

Nantinya sampah-sampah ini tidak akan dibuang di tempat pembuangan akhir.

Sampah organik akan diolah dengan teknik Black Soldier Fly, sedangkan untuk residu atau sampah yang tidak dapat didaur ulang akan disalurkan kepada mitra pengelola sampah residu untuk dijadikan bahan bakar.

Standing Ovation untuk Keluarga Pinot

Kehadiran Pinot W. Ichwandardi sekeluarga memang telah dinanti-nanti. Keluarga Pinot dan Dita merupakan bukti nyata bahwa nilai-nilai kreativitas dapat ditanamkan sampai lintas generasi.

Inovasi-inovasi yang tiada habisnya dari keluarga kecil Pinot ini merupakan warisan dari mendiang ayahnya, seorang kartunis legendaris bernama Dwi Koendoro.

Sang ayah mengatakan bahwa dalam proses berkreasi, kita harus menyiasati keadaan, menemukan celah dalam keterbatasan yang ada. Petuah tersebut akhirnya menjadi fondasi yang kuat bagi keluarga kecil tersebut.

Pinot bersama Dita ditemani ketiga anak mereka, Arwen, Leia, dan Neo tak hanya berhasil menginspirasi tapi juga menyentuh hati pengunjung.

Keberadaan keluarga kreatif yang kini tinggal di New York menjadi sesi pamungkas yang manis di area Talks.

Dari sesi sharing mereka, pengunjung menjadi paham bahwa semua karya inovatif ciptaan Pinot merupakan hasil kecintaannya kepada keluarganya.

Sesi tribut untuk mendiang sang Ayah ini ditutup dengan standing ovation dari seluruh pengunjung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
festival, industri kreatif

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top