Isyana Sarasvati Hanya Butuh Sehari Proses Pembuatan Lagunya

Solois ternama Isyana Sarasvati kembali meluncurkan single terbarunya. Melalui lagu Untuk Hati yang Terluka, dirinya ingin menggambarkan perjalanan menghadapi titik terendah dalam hidup lewat suara emasnya.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 03 September 2019  |  12:05 WIB
Isyana Sarasvati Hanya Butuh Sehari Proses Pembuatan Lagunya
Isyana Sarasvati - Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA — Solois ternama Isyana Sarasvati kembali meluncurkan single terbarunya. Melalui lagu Untuk Hati yang Terluka, dirinya ingin menggambarkan perjalanan menghadapi titik terendah dalam hidup lewat suara emasnya.

Isyana Sarasvati merupakan musisi yang selalu menemani pecinta musiknya dalam ruang kesedihan maupun kebahagiaan.

“Kesedihan, kegalauan, dan segala emosi lainnya, cukup sulit bagi aku yang introvert ini untuk bisa menceritakan secara verbal. Kemudian, agar tidak hanya aku pendam, lagu ini aku buat, karena banyak orang-orang yang punya permasalahan yang sama,” jelasnya kepada awak media, saat konferensi pers di CGV FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin, (2/9/2019).

Ia bercerita, proses awal penciptaan lagu dimulai sejak Februari 2019, dimana pada awal tahun tersebut  adalah caranya melewati fase kelam dalam hidup.

“Lagu ini ingin memberikan semangat walaupun dibalut dengan nada sedih, [lagu ini] diciptain di Bandung, di lantai atas rumah, dimana aku melihat ada keyboard bekas sekolah dasar (SD). Akhirnya, aku membuat lagu itu secara penuh dan aransemen awal yang terekam lewat hp,” ungkapnya.

Perempuan yang sempat menjadi guru musik di Royal College of Music, Singapura ini mengatakan, lagu tersebut tidak hanya menjadi single baru, melainkan ingin memberikan kesan tersendiri bagi Isyana dalam proses pembuatannya.

Pasalnya, ini adalah kali pertama ia bekerja sama dengan produser lokal, Gerald Situmorang, setelah sebelumnya ditangani produser asal Swedia. Gerald menjadi pilihan Isyana, atas dasar pengalamannya yang pernah bekerja sama dalam proyek lagu  bersama Afgansyah Reza dan Rendy Pandugo.

“Kalau milih gerald milih sendiri, karena satu frekuensi juga karena pernah jalan [kerja sama] di ‘lagu cinta’, aku suka banget sama produksi dia. Akhirnya, setelah beberapa minggu kemudian aku diskusi dan ketok palu ini menjadi single pertama,” ceritanya.

Dara manis kelahiran 2 Mei 1993 tersebut mengakui ada beberapa lirik yang menjadi sentilan pribadi untuk dirinya.

“Lirik paling nyentil bagi aku di bagian, ‘Hidup itu sandiwara yang nyata ternyata delusi, Terlarut posesi berujung kau gila sendiri’. [Lirik] itu aku merasa aku banget, karena pas di sekolah menengah pertama (SMP) aku senang bikin puisi dan total lirik [lagu ini] prosesnya hanya sehari,” paparnya.

Selain itu, lirik selanjutnya ialah, ‘Hari-harimu berarti, jangan fikirkan yang kemarin. Biarlah dia hangus terbakar sinar ambisi.’ Dimana, dirinya ingin pendengar lagunya dapat melewati titik terendah dengan optimism dan ambisi.

“Aku suka bagian [lirik] itu, secara simbolis menggambarkan suatu keadaan ketika ada yang ingin menjatuhkan kita. Secara tersirat aku ingin jelaskan bahwa aku tidak ingin memikirkan hari-hari lalu dan seseorang yang ingin menjatuhkan kita, karena itu akan hilang terbakar oleh ambisi dan mimpiku nantinya,” imbuhnya.

Adapun hati yang terluka disini merupakan representasi bagi Isyana terhadap konflik dengan diri sendiri, lingkungan, dan hubungan dengan orang lain. Ia pun menyatakan bahwa berdamai dengan diri sendiri serta memiliki lingkup terkecil yang membuat nyaman dalam ranah keluarga, sahabat, dan orang terdekat lainnya adalah obat yang dibutuhkan ketika berada di titik terendah dalam hidup.

Selain single lagu, Sony pun akan merilis klip videonya dan diluncurkan pada tanggal 30 Agustus, Isyana juga masih akan mengeluarkan single kedua di bulan Oktober 2019 dan single ketiga sekaligus album terbarunya di bulan November 2019.

Single Untuk Hati yang Terluka kini sudah bisa dinikmati melalui berbagai platform musik digital, seperti iTunes, Joox, Spotify, dan masih banyak lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
isyana

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top