Billie Eilish Bercerita Tentang Depresi dan Empati

Tampil di Museum Grammy, Los Angeles, Amerika Serikat, penyanyi muda berbakat Billie Eilish bercerita tentang depresi dan Empati kepada 225 penonton yang hadir ke venue tersebut.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 22 September 2019  |  10:31 WIB
Billie Eilish Bercerita Tentang Depresi dan Empati
Billie Ellish -

Bisnis.com, JAKARTA - Tampil di Museum Grammy, Los Angeles, Amerika Serikat, penyanyi muda berbakat Billie Eilish bercerita tentang depresi dan Empati kepada 225 penonton yang hadir ke venue tersebut.

Pada kesempatan itu, Eilish tidak hanya bernyanyi. Dia bersama kakaknya, Finneas O'Connell, turut berbincang dengan moderator acara, Scott Goldman. Perbincangan antara ketiganya pun berlangsung menyenangkan karena jawaban lugas dari Eilish.

Dengan rambut dicat hijau bergaris dan kaus putih kebesaran, penyanyi berusia 17 tahun itu membuka perbincangan dengan membahas lagu pertamanya Ocean Eyes (2017) hingga memberi tanggapan soal kritik terkait dengan gaya freakazoid yang identik dengan dirinya.

Obrolan ringan itu mengalir penuh keakraban dan canda tawa. Namun, Teater Clive Davis -nama venue tersebut- tetiba sunyi ketika Eilish mulai membicarakan kisah perjuangannya mengatasi self-harm dan berempati kepada seluruh perempuan seusianya yang memiliki masalah serupa.

Self-harm, kondisi seseorang yang secara sadar menyakiti dirinya sendiri dengan menyayat, mencakar, memukul, dan menggigit, hanya untuk mengatasi, mengungkapkan atau bertahan dari keadaan sulit. Self-harm sendiri masuk dalam kategori nonsuicidal self-injury (NSSI).

"Aku kerap bertemu dan menyapa mereka yang memiliki luka sayatan di tangan. Itu sungguh menyakitkan karena aku pernah berada di sana. Aku tahu bagaimana rasanya, aku tahu persis rasanya seperti apa," ujar Eilish dilansir dari laman Variety, Jumat (20/9/2019).

Dia melanjutkan bahwa ingin sekali menjadi bagian dari mereka. Eilish sadar, di luar sana, banyak orang yang memiliki keluarga berantakan dan orang tua yang tidak peduli kepada anak-anaknnya.

"Kondisi itu hanya membuat saya ingin berteriak untuk mereka, meraih mereka,  memeluk mereka, dan membawa mereka bersama saya," ujar Eilish.

Menanggapi pertanyaan terakhir dari penonton, Eilish menyajikan kenangan yang memengaruhi perjuangannya dalam menangani depresi berat, yang bermula pada masa adolesensnya dan berlanjut hingga dia meraih ketenaran.

Bagi pelantun lagu Bad Guy ini, dua tahun terakhir ini dia mengalami gangguan mental terburuk sepanjang hidupnya. Dia pun mengaku sebal mengakui hal itu karena di saat bersamaan Eilish memiliki karier yang luar biasa.

"Awal tahun ini merupakan kondisi paling menekan yang pernah aku alami. Waktu itu aku berada di Eropa selama sebulan, dan merasa tidak berguna sama sekali," ujarnya.

Namun Eilish tahu bahwa kondisinya saat itu hanya perlu dilalui dengan sabar dan jujur untuk mengakui kondisinya tersebut. "Kini, aku lebih bahagia daripada yang pernah aku alami dalam hidup," kata Eilish.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Depresi

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top