Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

YLKI: Krim Pemutih dan Lipstik Produk Kosmetik Paling Banyak Dikeluhkan Masyarakat

Produk kosmetik seperti krim pemutih dan lipstik disebutkan adalah dua produk yang paling banyak dikeluhkan masyarakat karena sebagian berdampak negatif bagi kesehatan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 26 September 2019  |  06:34 WIB
pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Soedaryatmo pada Rabu (25/9 - 2019)
pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Soedaryatmo pada Rabu (25/9 - 2019)

Bisnis.com, JAKARTA - Produk kosmetik seperti krim pemutih dan lipstik disebutkan adalah dua produk yang paling banyak dikeluhkan masyarakat karena sebagian berdampak negatif bagi kesehatan. 

"Krim pemutih dari pengujian YLKI itu beberapa mengandung logam berat merkuri. Kedua, produk lipstik itu juga yang mengandung bahan berbahaya," ujar pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Soedaryatmo pada Rabu (25/9/2019).

Ia menyebutkan memang rata-rata hanya ada 5 hingga 10 aduan kosmetik yang pihaknya tangani setiap tahun. Namun secara garis besar semua kasusnya tergolong parah karena efek samping produk yang juga berbahaya. 

Lebih lanjut, Soedaryatmo menyebutkan aduan tersebut datang karena memang daya beli konsumen yang tidak tinggi sehingga produk yang umumnya dikonsumsi adalah produk ilegal. 

"Rata-rata daya beli konsumen kita itu rendah, di satu sisi ingin kelihatan cantik tapi mau yang murah. Hasilnya dia menemukan produk-produk berbahaya, beberapa tidak legal. Ini juga kesulitan bagi YLKI kalau produk yang diadukan ilegal dia tidak terdaftar di BPOM atau produk (dari luar negeri) yang masuk secara ilegal," katanya. 

"Membeli produk ilegal tidak ada perlindungan dan posisinya sangat lemah. Kalau legal bisa dituntut kepada BPOM atau kita tuntut perdata," sambungnya. 

Ia juga menilai banyak kasus terjadi di beberapa market place di Indonesia sehingga ia mengimbau agar market place juga turut melakukan pengawasan terhadap produk yang dijual di platformnya. 

"Yang masuk melalui market place ini juga BPOM sudah surati ke Kominfo. Market place itu memastikan produk yang legal untuk dijual dan hanya akan melayani pemasaran produk yang legal. Produk yang ilegal membahayakan konsumen," tutupnya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kosmetik
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top