Ranitidin Ditarik, Begini Komentar Ketua Yayasan Kanker

Obat maag ranitidin yang ditarik itu meliputi Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dair PT Phapros Tbk, Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin Sirup 75 mg/5mL, Indoran Cairan Injeksi 25 mh/mL dan Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Indofarma.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  00:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyatakan menarik lima obat maag ranitidin yang terbukti tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) terkait dengan risiko kanker.

Obat maag ranitidin yang ditarik itu meliputi Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dair PT Phapros Tbk, Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin Sirup 75 mg/5mL, Indoran Cairan Injeksi 25 mh/mL dan Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Indofarma.

BPOM menyatakan masih akan terus melakukan pengujian terhadap obat maag ranitidin lainnya yang juga berpotensi mengandung cemaran NDMA.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Aru Wisaksono Sudoyo turut memberikan komentar terkait dengan penarikan obat tersebut.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, bahkan perlu disyukuri karena sudah ditarik. Obat ranitidin yang dianggap terkontaminasi hanyalah yang injeksi dan tingkat kontaminasinya sangat kecil. Untuk benar-benar bisa menyebabkan kanker, hanya jika injeksi dilakukan dalam tempo yang lama.

“Kalau hanya sekali-dua kali tidak berdampak, hanya karena memang demi kebaikan maka ditarik. Justru lebih banyak makanan sehar-hari yang lebih berisiko sebagai pembawa karsinogen, seperti daging merah,” katanya, Selasa (8/10/2019).

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpom

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top