BPJS Kesehatan Gandeng Halodoc Kembangkan Layanan Digital

Melalui kesepakatan tersebut, kedua belah pihak akan bersama-sama menggabungkan keahlian untuk memperluas akses dan layanan kesehatan secara digital bagi masyarakat, terutama peserta BPJS Kesehatan.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  17:12 WIB
BPJS Kesehatan Gandeng Halodoc Kembangkan Layanan Digital
CEO Halodoc Jonathan Sudharta, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda dengan BPJS Kesehatan di Jakarta, Kamis (10/10/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi teknologi kesehatan terintegrasi dalam jaringan Halodoc meneken memorandum of understanding (MoU) dengan BPJS Kesehatan untuk mengembangkan layanan kesehatan berbasis digital, pada Kamis (10/10/2019), di Jakarta.

Melalui kesepakatan tersebut, kedua belah pihak akan bersama-sama menggabungkan keahlian untuk memperluas akses dan layanan kesehatan secara digital bagi masyarakat, terutama peserta BPJS Kesehatan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa kehadiran teknologi memberikan peluang besar untuk mempercepat sekaligus memperluas akses dan layanan bagi masyarakat.

“Pemerintah dan pelaku bisnis harus bahu-membahu berbuat sesuatu agar peluang ini tidak berlalu sia-sia. Kita harus menciptakan ekosistem digital di sektor kesehatan yang kondusif dan inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia,” ujar Rudiantara dikutip dari siaran resmi.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda menyampaikan bahwa layanan BPJS Kesehatan telah berfokus pada pemanfaatan teknologi guna mengoptimalkan kualitas layanan, salah satunya Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Mobile JKN merupakan transformasi digital dari layanan administrasi kepesertaan yang selama ini dilakukan di kantor cabang.

“Melalui penggabungan keahlian dari Halodoc di bidang teknologi, kami berharap dapat melengkapi pengalaman pengguna akan fasilitas kesehatan dengan lebih inklusif, efisien, dan efektif,” tuturnya.

Sebagai catatan, per September 2019, jumlah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah mencapai lebih dari 221 juta jiwa. Artinya, lebih dari 83% total populasi penduduk Indonesia sudah terlindungi program jaminan kesehatan.

Untuk menjawab kebutuhan peserta JKN-KIS, selain Mobile JKN, BPJS Kesehatan telah melakukan optimalisasi kanal Mobile Customer Service (MCS) untuk memudahkan peserta dalam mengakses pelayanan administrasi tanpa perlu datang ke kantor cabang.

“MCS ini bisa dimanfaatkan peserta maupun masyarakat yang ingin mendaftarkan atau ingin mendapatkan informasi lebih banyak tentang Program JKN-KIS,” kata Wahyuddin.

CEO Halodoc Jonathan Sudharta mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen dan berfokus memudahkan akses kesehatan bagi masyarakat melalui perkembangan teknologi. Kerja sama ini juga akan menjangkau masyarakat di daerah terpencil. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs kesehatan

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top