Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

ETU Usung Konsep Desain Karismatik Perempuan

Desainer busana muslimah, Restu Anggraini melahirkan koleksi busana ready to wear yang mengangkat citra karismatik perempuan empowered yang tak ragu mengekspresikan dirinya lewat fashion.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 19 November 2019  |  10:01 WIB
ETU Usung Konsep Desain Karismatik Perempuan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Desainer busana muslimah, Restu Anggraini melahirkan koleksi busana ready to wear yang mengangkat citra karismatik perempuan empowered yang tak ragu mengekspresikan dirinya lewat fashion.

Restu menuangkan dalam brand ETU. Karyanya tak hanya berani menerjemahkan karakter dan selera personalnya dalam permainan padupadan, ETU juga antusias bereksperimen dengan terobosan fashion terdepan.

Melalui koleksi bertajuk Clairvoyance, sebuah narasi visual akan esensi tampilan modest yang anggun dan fashion forward dipersembahkan oleh ETU untuk para perempuan yang senantiasa menatap optimis ke masa depan.

"Menyambut datangnya musim semi dan musim panas 2020, ETU mengedepankan sederet busana bersiluet longgar yang sarat akan kesan rileks, dipadukan dengan busana berpotongan maskulin yang diperkaya oleh elemen bernuansa feminin," ungkapnya.

Aksen pemanis seperti pita, ruffles, lengan gembung, hingga potongan asimetris dipilih sebagai sentuhan dekoratif yang menjadikan setiap potong busana tampak kontemporer namun tetap bersahaja. Material klasik seperti tweed, katun, dan cotton knit dikawinkan dengan bahan gabardine yang anti air.

Pada karyanya, Restu menambahkan material gabardine diolah ke dalam rancangan kemeja, celana panjang, blazer, rok, hingga belt skirt yang dapat dikenakan untuk layering pada celana panjang agar tampak kian chic.

Pada koleksi ini pula ETU memperkenalkan sepotong mantel berteknologi tinggi yang telah dilengkapi dengan graphene thermal conductor untuk menghasilkan sinar far infrared dengan efek hangat dan panas yang beradaptasi dengan kebutuhan tubuh.

Teknologi wearable pada graphene far infrared tidak hanya didesain untuk menghadapi musim penghujan dan dingin pada liburan di akhir tahun, namun juga dapat digunakan sebagai salah satu terapi otot fatigue melalui mekanisme adaptasi alami dilatasi kapiler dengan memperlancar peredaran darah ke seluruh tubuh.  

Sebagai sentuhan pelengkap, rangkaian bros yang terbuat dari metal alloy bertakhtakan lapisan emas 18 karat dan shell pearl ditata secara apik pada permukaan pakaian agar penampilan tampak semakin menawan. Bros sengaja dicantumkan dalam jumlah dan cara yang tidak tertebak sebagai bentuk interpretasi akan kebebasan berekspresi yang sejatinya dimiliki oleh setiap perempuan. Aksesori ini menjadi detail cantik dan playful yang terbukti jitu mengelevasi setiap penampilan.

Keseluruhan koleksi ini dibalut dalam palet netral yang versatile seperti beige, coklat tua, apricot, hitam dan putih.

Perpaduan antara permainan siluet, bubuhan aksen dekoratif, pemilihan palet, aplikasi inovasi teknologi pada material, hingga metode padupadan yang atraktif menjadikan koleksi ini begitu luwes untuk dikenakan sepanjang tahun terlepas dari musim dan tren fashion yang tengah terjadi. Ini adalah narasi tentang makna"fashion forward" yang sesungguhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top