Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kylie Jenner Jual 51 Persen Saham Bisnis Kecantikannya Senilai Rp8,45 Triliun

Kylie Jenner menjual 51 persen saham bisnis kecantikannya kepada Coty. Bagaimana jumlah kekayaan Kylie setelah penjualan saham tersebut?
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 19 November 2019  |  15:08 WIB
Kylie Jenner dan Kylie Cosmetics - Instagram - kyliejenner
Kylie Jenner dan Kylie Cosmetics - Instagram - kyliejenner

Bisnis.com, JAKARTA - Kylie Jenner menjual mayoritas saham perusahaan kosmetiknya Kylie Cosmetic senilai US$600 juta atau sekitar Rp8,45 triliun kepada Coty Inc., Perusahaan multinasional di AS. Keputusan Coty mengakuisisi bisnis Kylie dengan tujuan untuk memperluas pasar ke konsumen muda.

Raksasa di bidang tata rias dan wewangian yang didirikan François Coty pada 1904 itu akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 51%. Sementara itu seperti dikutip dari Bloomberg pada Senin (18/11/2019), Kylie akan tetap memimpin di bidang kreatif dan komunikasi.

"Kesepakatan pada Kylie [Cosmetics] adalah tonggak penting dalam transformasi bisnis Coty," ungkap manajemen Coty.

Berkat aksi korporasi ini, saham Coty melonjak sebanyak 4,9% menjadi US$12,49 di bursa Efek New York pada Senin (19/11/2019). Sementara harga saham emiten berkode COTY itu secara tahun berjalan (ytd) hingga perdagangan Jumat (15/11/2019) sudah melonjak hingga 82%.

Coty saat ini tengah berada di posisi untuk mengubah bentuk bisnisnya. Perusahaan yang terkenal dengan merek seperti Bourjois itu mendapatkan dana segar US$965 juta setelah melepas Procter & Gambler pada tahun ini. Penjualan ini merupakan tahap pertama dari rencana Coty untuk menjual anak usaha lainnya seperti Wella, Clairol, dan OPI.

Analis dari Wells Fargo, Joe Lachky, menilai manajemen Coty bergerak cepat dan agresif untuk mengembangkan portofolionya ke sektor-sektor bisnis kecantikan yang sedang tumbuh. 

"Meskipun implikasi secara keuangannya tidak terlalu seberapa, transaksi [pada Kylie Cosmetics] ini bersama dengan rencana Coty mengeksplorasi opsi strategis pada brand Professional Beauty menunjukkan bahwa manajemen bergerak cepat dan agresif untuk mengembangkan portofolionya ke lini yang lebih cepat tumbuh," kata Lachky.

 Analis dari Wells Fargo itu memprediksi harga saham Coty dapat menembus pada US$13 per lembar saham.

Sementara itu dana segar yang didapat dari hasil penjualan saham Kylie Cosmetics mempertegas status saudari tiri Kim Kardashian itu sebagai salah satu miliarder termuda di dunia versi Bloomber Billionaires Index.

Bisnis lipstik perempuan 22 tahun itu mulanya mengombinasikan lipstik cair dengan pensil bibir. Bisnis itu lantas berkembang pesat dengan menjual berbagai produk kecantikan mulai dari gel alis hingga perawatan kulit seperti scrub wajah dan tabir surya.

Dari dijual hanya secara online, produk Kaylie Cosmetics berangsur-angsur mulai tersedia secara offline di berbagai toko pada akhir 2018, didistribusikan oleh Ulta Beauty yang memiliki lebih dari 1.100 toko di seluruh AS.

Bukan hanya Coty, sejumlah perusahaan raksasa kecantikan tercatat juga melakukan sejumlah akuisisi dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan mereka adalah untuk masuk ke pasar milenial dengan menawarkan beragam produk-produk terbaru.

Estee Lauder Cos. misalnya, menambah kepemilikannya di perusahaan perawatan kulit Korea Selatan Have & Be Co. dengan membeli sisa dua pertiga saham yang ada dengan merogoh kocek sebesar US$1,1 miliar pada Senin (18/11/2019).

Sementara itu, perusahaan kecantikan asal Jepang Shiseido menghabiskan US$845 juta untuk membeli brand Drunk elephant pada Oktober 2019

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham kosmetik kecantikan
Editor : Surya Rianto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top