Daur, Koleksi Musim Rintik 2019/2020 Sejauh Mata Memandang

Pada koleksi Musim Rintik 2019/2020 mengangkat tema Daur yang telah ditampilkan pada Jakarta Fashion Week 2020 yang lalu, Sejauh Mata Memandang mengaplikasi proses daur ulang kain-kain sisa bahan produksi pada musim-musim sebelumnya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 01 Desember 2019  |  09:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pada koleksi Musim Rintik 2019/2020 mengangkat tema Daur yang telah ditampilkan pada Jakarta Fashion Week 2020 yang lalu, Sejauh Mata Memandang mengaplikasi proses daur ulang kain-kain sisa bahan produksi pada musim-musim sebelumnya.

Latar belakang Sejauh Mata Memandang melansir koleksi Daur adalah melihat tingginya pola konsumsi masyarakat terhadap industri ritel mode sehingga menjadikan industri mode sebagai kontributor terbesar terhadap polutan dan sampah di dunia.

Melalui koleksi Daur, Sejauh Mata Memandang mengajak masyarakat untuk mengetahui proses pembuatan pakaian yang dapat dilakukan dengan pendekatan yang ramah lingkungan mulai dari proses kreatif hingga produksi. Proses penciptaan koleksi Daur dilakukan dengan konsep ramah bumi, dengan menerapkan proses yang bertanggung jawab kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perajin kain hingga pelaksana produksi.

Terdiri dari koleksi pakaian siap pakai dalam tampilan yang lebih santai dan kasual untuk dewasa dan juga anak-anak mulai dari umur 6 tahun ke atas. Koleksi Daur memperkenalkan teknik patchwork; menggabungkan motif-motif dengan kombinasi tekstil terkini, sehingga menghasilkan sebuah koleksi dengan penampilan yang baru. Sebagian besar koleksi terbuat dari bahan katun dengan semburat warna-warni seperti marun, kuning kunyit, indigo, hitam dan putih.

Mengambil inspirasi dari busana tradisional Indonesia yaitu kebaya panjang Sumatera, baju bodo, dan ragam aksesoris pelengkap seperti masker, kantong belanja, tas botol minum, kantong handphone, dan pouch yang dilengkapi dengan logo extinction rebellion.

Tidak hanya melansir koleksi terbaru, melalui sederet pakaian siap pakai dan aksesoris ini Sejauh Mata Memandang sekaligus menyuarakan keprihatinan terhadap krisis iklim dan lingkungan dan mengajak masyarakat untuk menciptakan dunia yang lebih layak huni bagi generasi yang akan datang.

Chitra Subyakto menambahkan secara konsisten Sejauh Mata Memandang memperkenalkan esensi trendless dan timeless. Tujuan kami jelas yaitu setiap koleksi Sejauh Mata Memandang sangat memperhatikan proses yang ramah lingkungan, menghasilkan koleksi siap pakai yang dapat berumur lebih panjang di tangan konsumen dan kemudian hari dapat didaur ulang dengan mudah tanpa merusak alam”.

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2014, Sejauh Mata Memandang berkomitmen mengusung konsep slow fashion, yaitu mulai dari rancangan produk yang tidak lekang oleh waktu (timeless) dan tidak bergantung pada tren.

Proses produksi juga berfokus pada pembuatan pakaian yang mempertimbangkan dampak lingkungan, serta kesejahteraan sosial dan ekonomi pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatannya.

Tujuannya adalah Sejauh Mata Memandang memberikan edukasi kepada konsumen bagaimana cara menikmati, menggunakan, dan meningkatkan masa pakai sebuah produk mode.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fashion

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top