Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemoterapi Jadi Terapi Utama Pengobatan Kanker Getah Bening

Kepergian aktris Ria Irawan meninggalkan luka mendalam bagi penderita kanker di Indonesia. Kematiannya pada Senin (6/1/2020) ini disebabkan oleh kanker getah bening yang menggerogoti tubuhnya selama beberapa tahun.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  22:48 WIB
Aktris Ria Irawan dirawat di RSCM karena sakit kanker getah bening - Instagram @riairawan
Aktris Ria Irawan dirawat di RSCM karena sakit kanker getah bening - Instagram @riairawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepergian aktris Ria Irawan meninggalkan luka mendalam bagi penderita kanker di Indonesia. Kematiannya pada Senin (6/1/2020) ini disebabkan oleh kanker getah bening yang menggerogoti tubuhnya selama beberapa tahun. 

Diah Ari Safitri, SpPD-KHOM, FINASIM selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang menerangkan keluhan awal pada pasien kanker getah bening atau limfoma adalah timbulnya benjolan pada daerah kelenjar getah bening yang tidak nyeri.

“Kelenjar getah bening berada di seluruh tubuh kita dan bergabung dalam sistem limfatik bersama dengan tonsil, limpa dan timus,” terangnya, dikutip dari siaran pers Rumah Sakit Awal Bros.

Faktor penderita meliputi umur, penyakit penyerta lain pada pasien misal jantung, diabetes, serta kondisi penderita secara umum. Sedangkan, faktor terakhir adalah ketersediaan obat.

Terapi pada limfoma ini dapat meliputi pengobatan tunggal atau kombinasi dengan radioterapi, kemoterapi, dan imunoterapi. Kemoterapi pada kanker kelenjar getah bening merupakan salah satu terapi utama pada pengobatan limfoma hodgkin maupun non hodgkin.

Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik. Obat yang dimasukkan ke tubuh ini akan masuk ke aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh.

“Tujuan dari pemberian kemoterapi pada kanker kelenjar getah bening adalah untuk menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker,” ungkapnya.

Efek samping kemoterapi dapat mengenai seluruh tubuh, dan tergantung dari dosis serta jenis obat yang digunakan.

Kemoterapi biasanya dilakukan dengan mengikuti suatu siklus. Misalnya pada Limfoma mon hodgkin, kemoterapi dilakukan setiap 21 hari dan diulang sebanyak 6 kali. Evaluasi kemoterapi untuk menilai keberhasilan pengobatan dapat dilakukan di tengah dan di akhir program.

Dokter Diah menyatakan, sebelum dilakukan kemoterapi biasanya penderita akan dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan bahwa kondisi penderita cukup siap dalam melakukan kemoterapi.

“Setelah kemoterapi, penderita juga akan diminta datang kembali untuk melakukan pengecekan dan pengendalian efek samping kemoterapi yang timbul,” kata Dokter Diah.

Beberapa efek samping dapat dicegah dengan pemberian obat-obatan sebelum kemoterapi dilakukan. Meskipun demikian, masih dapat timbul  efek samping lain setelah dilakukannya kemoterapi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker ria irawan
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top