Tekan Angka Stunting di Jatim dan NTT, Pemerintah Rangkul Nutrition International

Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Nutrition International untuk program Micronutrient Supplementation for Reducing Mortality and Morbidity (MITRA) sebagai upaya pendampingan bagi ibu hamil dan anak untuk mencegah dan menurunkan stunting yang memang menjadi fokus pemerintahan Presiden RI Joko Widodo di bidang kesehatan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  13:58 WIB
Tekan Angka Stunting di Jatim dan NTT, Pemerintah Rangkul Nutrition International
Press Conference program MITRA oleh Kementerian Kesehatan dan Nutrition International di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Selasa (14/1 - 2020)

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Nutrition International untuk program Micronutrient Supplementation for Reducing Mortality and Morbidity (MITRA) sebagai upaya pendampingan bagi ibu hamil dan anak untuk mencegah dan menurunkan stunting yang memang menjadi fokus pemerintahan Presiden RI Joko Widodo di bidang kesehatan.

Sistem pendampingan yang sudah dilakukan sejak 2016 ini akan memusatkan perhatiannya di 20 kabupaten dan kota di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur yang memang memiliki prevalensi yang tinggi atas masalah kekurangan gizi. Dari data nasional pada tahun 2019, prevalensi angka stunting Indonesia menyentuh angka 27,7 persen dimana NTT memimpin dengan angka 42,6 persen sementara Jawa Timur menyusul dengan persentase 32,8 persen.

Sejauh ini, melalui kerjasama tersebut, Nutrition International dan pemerintah Indonesia sudah menjangkau sekitar 211.000 ibu hamil dalam upaya mendapatkan suplemen Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengandung zat besi dan asam folat, dan lebih dari 64.000 anak di bawah usia lima tahun yang menderita diare mendapatkan tablet Zinc dan oralit.

“Program ini didukung oleh Nutrition International yang pendanaannya dari pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) dan Kanada. Untuk Kementerian Kesehatan proyek ini sangat penting karena mendukung dalam program prioritas nasional. Salah satu program prioritas nasional adalah menurunkan prevalensi stunting,” ujar Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kirana Pritasari di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Selasa (14/1/2020).

Program yang diawali dengan acara diseminasi praktik baik program integrasi zat gizi mikro yang diadakan pada hari ini juga mengundang praktisi kesehatan di 34 provinsi dengan harapan inovasi yang dilakukan di 20 kabupaten di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur dapat diadopsi dengan kondisi lokal

Lebih lanjut, Sri Kusyuniati, Country Director Nutrition International menyebut pembelajaran dari 21 negara dimana Nutrition International berada diharapkan juga dapat diterapkan dalam program kesehatan pemerintah Indonesia.

“Misal Kemenkes sudah memiliki anggaran yang cukup besar menyediakan obat dan vitamin maka Nutrition International tidak akan menyediakan itu. Mungkin yang berhubungan dengan remaja, yang belum dianggarkan oleh Dinas Kesehatan kita bantu untuk itu. Secara keseluruhan negara kita sudah kaya untuk membeli TTD (Tablet tambah Darah), Zinc, itu semua tersedia di puskesmas,” ujar Kusyuniati.

Lebih lanjut, Kus menyebut ada tiga tujuan dari program MITRA tersebut yakni mempersatukan pemahaman tentang hal yang berhubungan dengan gizi, membantu perencanaan rantai pasokan dan bantuan teknis di puskesmas dan posyandu di tingkat kabupaten dan provinsi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
stunting

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top