Apakah Virus Corona Menular Melalui Mata?

Penyebaran virus corona bisanya terjadi melalui udara dihirup dari hidung dan mulut sehingga masuk ke dalam saluran pernafasan. Kemudian virus itu masuk ke tenggorokan hingga paru-paru. Apakah virus tersebut bisa menular melalui kontak mata?
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  17:27 WIB
Apakah Virus Corona Menular Melalui Mata?
Petugas medis mengarahkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang telah disemprot cairan disinfektan setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 orang WNI dari Wuhan, China tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna untuk menjalani observasi selama kurang lebih dua minggu guna memastikan kesehatannya dan terbebas dari virus corona. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Di tengah maraknya penyakit paru yang disebabkan oleh virus corona, maka muncul bermacam ketakutan tanpa alasan. Ketakutan tersebut muncul dan menyebarkan rumor bahwa virus corona bisa menyebar lewat kontak mata.

Apakah benar rumor kontak mata bisa menularkan virus corona? Rumor tersebut langsung dibantah oleh Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Universitas Indonesia Raden Rara Diah Handayani.

Dia menerangkan bahwa proses penyebaran virus ini melalui udara yang terhirup melalui hidung dan mulut sehingga masuk ke dalam saluran pernafasan. Kemudian virus itu masuk ke tenggorokan hingga paru-paru.

Virus bisa saja masuk melalui mata, akan tetapi bukan berarti hanya dengan bertatapan dengan orang yang terinfeksi virus corona.

"Virus masuk kalau ada bagian mukosa yang terbuka misal di tangan kita ada virus Corona kita kucek-kucek mata, di mata ada bagian yang terbuka bukan berarti tatapan-tatapan kita ketularan," ujarnya di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (4/2/2020).

Diah menerangkan, penularan virus ini memang cepat apabila ada kontak erat dengan mereka yang dinyatakan terinfeksi. Oleh karena itu menjadi penting ketika mereka yang terinfeksi dilakukan isolasi guna meminimalisir penyebaran dan penyembuhan orang itu sendiri.

"Begitu kontak dengan orang yang terinfeksi untuk beberapa waktu, virus masuk dan menjadikan kita sakit. Kalau lihat angka sekarang sudah 20.000 terinfeksi. Ini menunjukkan penyebaran yang cepat," jelasnya.

Dikutip dari www.worldometers.info, hingga saat ini ada 2.790 pasien virus corona yang dalam kondisi kritis, dan 653 pasien sembuh. Di China, hingga Senin (3/2/2020), telah ada 3.235 orang lagi yang dipastikan terinfeksi sehingga jumlah total pengidap virus sejauh ini mencapai 20.438 orang.

Otoritas China, mengatakan bahwa jumlah warga di China yang meninggal meningkat sebanyak 64 orang dari sehari sebelumnya sehingga total korban jiwa menjadi 425 orang. Sebagian besar dari korban itu meninggal di Hubei, provinsi yang diblokade dan beribu kota Wuhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top