Gejala dan Kondisi Terkena Virus Corona

Ahli Pulmonologi RS Universitas Indonesia menjabarkan gejala dan kondisi pasien yang terkena virus corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  06:00 WIB
Gejala dan Kondisi Terkena Virus Corona
Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2020). - ANTARA / Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Ahli Pulmonologi RS Universitas Indonesia menjabarkan gejala dan kondisi pasien yang terkena virus corona.

Demam dan batuk memang menjadi dua gejala klinis saat seseorang terinfeksi jenis baru virus corona atau 2019-nCoV. Tapi, dua kondisi ini perlu ditambah riwayat pernah melakukan perjalanan ke China atau wilayah asal virus.

"Semua infeksi virus ada demam, batuk, pegal-pegal atau myalgia. Tapi ada plus-nya (untuk menguatkan dugaan terinfeksi 2019-nCoV), ada riwayat perjalanan ke China," ujar ahli pulmonologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, Dr. Raden Rara Diah Handayani di Depok, Selasa.

Diah mengatakan, saat batuk melanda, pasien boleh mengonsumsi obat batuk untuk membantu meredakan penyakitnya.

Beberapa pasien terinfeksi virus corona juga mengeluhkan sakit kepala, memiliki dahak, hingga diare. Ada juga yang merasa nyeri tenggorokan, infeksi saluran napas berat atau pneumonia dan sesak napas.

Pada mereka yang mengalami pneumonia, pertukaran oksigen bisa terganggu sehingga bisa terjadi gagal napas yang berujung kematian.

Menurut Diah, dibandingkan kasus flu burung, penyebaran kasus 2019-nCoV lebih cepat walau angka kematiannya tidak tinggi yakni dua persen (sementara angka kematian flu burung mencapai 80 persen).

Data jumlah kasus pada Selasa ini menunjukkan peningkatan yakni 20.626 kasus dengan angka kematian 426 orang dari 14.557 kasus dengan jumlah kematian 304 kasus.

Diah menegaskan, beberapa korban meninggal umumnya juga hanya dipengaruhi faktor kerentanan seperti usia, daya tahan tubuh lemah dan penyakit penyerta lain seperti diabetes, hipertensi dan penyakit jantung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top