Usai Observasi 14 Hari, Pemerintah Tetap Pantau 243 WNI dari Wuhan

Pemerintah Indonesia masih melakukan observasi terhadap 243 warga negara yang telah dievakuasi dari provinsi Hubei, China. Pemerintah berjanji akan terus memantau mereka meskipun mereka kelak diizinkan kembali bertemu keluarga masing-masing.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  20:59 WIB
Usai Observasi 14 Hari, Pemerintah Tetap Pantau 243 WNI dari Wuhan
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) beraktivitas di Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, saat masa observasi pascaevakuasi dari Wuhan China di Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia masih melakukan observasi terhadap 243 warga negara yang telah dievakuasi dari provinsi Hubei, China, saat merebak virus Corona. Pemerintah berjanji akan terus memantau mereka meskipun mereka kelak diizinkan kembali bertemu keluarga masing-masing.

Deputi Bidang Polhukam Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan rumah sakit di daerah tujuan para WNI dari Wuhan. Rumah sakit tersebut akan memberikan laporan secara berkelanjutan terkait kondisi mereka.

"Seluruh 243 kawan-kawan yang diobservasi akan terus dipantau, termasuk di dalamnya menyiapkan rumah sakit di kota asal WNI akan diperkuat,” kata Jaleswari kepada media di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Seperti diketahui, Indonesia mengevakuasi 243 warga negara dari provinsi Hubei, China pekan lalu. Wilayah itu disebut sebagai  pusat penyebaran wabah virus Corona. Pemerintah menjamin kesehatan 243 WNI tersebut. Karantina selama 14 hari dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap protokol WHO.

Pemerintah juga terus memperkuat pengawasan di pintu-pintu kedatangan internasional. Meski saat ini penerbangan langsung dari dan menuju China telah ditutup, pemerintah tetap mengantisipasi penyebaran dari negara lain. Saat ini puluhan negara telah melaporkan warganya positif terjangkit virus Corona. 

Sementara itu Indonesia mencatat satu warga negara di Singapura positif terjangkit Corona. Pemerintah pun terus melakukan pemantauan walaupun tidak akan mengevakuasi penderita ke Indonesia. Berdasarkan protokol WHO, orang yang sakit tidak boleh dievakuasi. 

“Sementara yang paling mungkin ada koordinasi dengan pemerintah Singapura, bagaimana supaya WNI itu mendapat perawatan yang maksimal, sehingga peluangnya untuk pulih kembali lebih tinggi,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Muhadjir memberikan contoh hal serupa pada WNI yang berada Hubei, China. Seperti diberitakan sebelumnya, 3 orang WNI tidak lolos ketentuan kesehatan sehingga tidak bisa ikut penerbangan ke Indonesia. 

“Mohon dicatat itu sakitnya bukan Corona, jadi di sana itu pusing aja tidak boleh berangkat. Di Singapura bukan hanya suspect [terduga], tapi sudah dinyatakan ia terkena Corona. Sesuai ketentuan, ia harus sembuh dulu, baru kemudian bisa dievakuasi,” kata Muhadjir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top