Begini Caranya Mengajarkan Kemandirian pada Anak

Kemandirian bisa diajarkan sejak masih kanak-kanak dengan memberi kesempatan anak untuk mengerjakan banyak hal sendiri, melepaskannya agar siap menghadapi dunia
JIBI
JIBI - Bisnis.com 08 Februari 2020  |  16:23 WIB
Begini Caranya Mengajarkan Kemandirian pada Anak
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA - Tugas orang tua adalah merawat dan membimbing anak agar bisa mandiri di masa depannya.

Kemandirian bisa diajarkan sejak masih kanak-kanak dengan memberi kesempatan anak untuk mengerjakan banyak hal sendiri, melepaskannya agar siap menghadapi dunia.

Meskipun terasa sulit melepaskan kenyataan bahwa ia sudah besar, terkadang orang tua dihadapkan pada pilihan yang sulit, antara apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka butuhkan. Contohnya, saat anak bersiap pergi bersama teman-teman, walaupun mengetahui anak bisa berpakaian sendiri, orang tua seringkali merasa khawatir memilih jenis pakaian yang sesuai untuk usianya.

Tugas orang tua mengajarkan anak untuk mandiri. Berikut lima tips meningkatkan kemandirian anak, dilansir dari Parent Herald. 

Pertama adalah memberinya kesempatan. Buatlah daftar hal-hal yang anak-anak bisa melakukan sendiri. Minta anak mengerjakan tugas yang dirasa mampu. Ini akan meningkatkan keinginan mereka untuk mencoba.

Berikutnya adalah beri anak waktu. Melatih anak mengerjakan suatu pekerjaan untuk melatih kemandirian tidak dapat secara instan. Anak membutuhkan waktu untuk memahaminya.

Ketiga, jangan mengharapkan kesempurnaan. Setiap anak mempunyai karakter dan kebiasaan tersendiri. Tak perlu menyamaratakan anak. Jika tanpa sengaja anak menumpahkann susu, orang tua wajib memberitahu cara membersihkannya tanpa harus memarahinya.

Selanjutnya, perhatikan kondisi anak. Jika mereka lelah, sakit, stres , jangan memberi anak tanggung jawab baru karena ini bukan waktu yang tepat. Orang tua tidak perlu berkecil hati anak akan dapat bangkit suasana hatinya dengan cepat. Yang terakhir dan harus diperhatikan adalah berilah anak pujian atas apa yng telah dilakukan.

Misalnya, saat anak memakai sepatu sendiri dan salah antara kaki kanan dan kiri. Tetap berilah ia semangat dan pujian, "Hebat, anak ibu sudah bisa pakai sepatu sendiri." Anak akan merasa tidak nyaman dengan memakai sepatu yang terbalik dan ia akan membenarkannya sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Sumber : Tempo.co

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top