Little Women: Realita Kehidupan Wanita di Abad 19

Little Women memiliki premis kehidupan empat orang saudari yakni Meg, Jo, Beth dan Amy dengan segala perbedaan kelakukannya.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  17:59 WIB
Little Women: Realita Kehidupan Wanita di Abad 19
Little Women / Dok. Forbes

Bisnis.com, JAKARTA – “Wanita, mereka memiliki pikiran, dan mereka memiliki jiwa serta juga hati. Dan mereka memiliki ambisi, dan talenta, serta juga kecantikan. Aku lelah mendengar orang berkata cinta adalah alasan mengapa wanita ada. Aku lelah mendengarnya, tapi aku kesepian,” ujar Josephine March saat berbicara dengan ibunya di loteng rumahnya, dalam cuplikan film Little Women.

Diadaptasi dari novel dengan judul yang sama oleh Louisa May Alcott, Little Women memiliki premis kehidupan empat orang saudari yakni Meg, Jo, Beth dan Amy dengan segala perbedaan kelakukannya.

Sebelumnya, film ini pernah ditayangkan pada tahun 1994, namun karena isunya yang masih relevan hingga saat ini, Little Women kembali dibuatkan ke layar lebar yang ternyata juga didominasi oleh deretan kru yang juga berasal dari kalangan perempuan.

Dibintangi oleh Saoirse Ronan, Emma Watson, Florence Pugh, Eliza Scanlen, Laura Dern hingga Timothee Chalamet, film ini memiliki chemistry yang sangat baik antar pemainnya sehingga setidaknya film ini mampu menyentuh perasaan banyak pasang mata perempuan yang memiliki idealisme yang sama seperti Jo, atau setidaknya sisi realitis yang dipegang oleh Amy.

Dalam film ini, penonton diajarkan kalau sebagai perempuan tidak pernah ada salahnya untuk menggapai cita-cita. Namun entah kenapa, isu pernikahan menjadi sangat realitis untuk kembali diulik hingga saat ini.

Seperti yang Jo bilang, pernikahan adalah strategi ekonomi bahkan di dunia fiksi. Film ini tidak menampilkan sisi kelam yang sangat dramatis. Bahkan kontrasnya, film ini berjalan seimbang menampilkan karakter masing-masing pemain meski plot yang ditampilkan sedikit banyak membuat penontonnya kebingungan.

Ya, plot dalam film ini berjalan maju mundur sehingga sedikit sulit untuk menerka kejadian yang berlangsung kecuali di akhir cerita dimana penampilan Jo terlihat berbeda.

Selain dari sisi penyampaian cerita, Little Women dengan apiknya menggambarkan situasi kota New York berikut juga kondisi di daerah pedesaan di Amerika pada tahun 1861. Meski tak mampu menyabet gelar Best Picture pada ajang film paling bergengsi Academy Awards, maka memenangkan kategori kostum terbaik adalah pilihan juri yang bijak.

Lihat saja, bahkan untuk menghadiri pesta, Meg masih tetap anggun dengan satu-satunya gaun yang dimilikinya. Begitupun dengan adik-adiknya yang meskipun memakai pakaian bernuansa vintage khas wanita Eropa pedesaan, mereka tetap terlihat cantik untuk dilihat.

Terakhir, meskipun film ini menampilkan banyak sisi feminisme, namun Little Women juga adalah sajian yang menarik untuk ditonton bersama keluarga. Film ini mulai tayang di seluruh bioskop di Indonesia mulai 7 Februari 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top