Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indro Warkop : Mau Jantan? Berhenti Merokok!

Merokok menjadi kebodohan terbesar dalam hidup Indro Warkop. Menurutnya, rokok tidak memberi manfaat sedikitpun bagi dirinya.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  20:47 WIB
Indro Warkop - Antara
Indro Warkop - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Rokok bagaikan narkoba yang bisa membuat orang kecanduan. Seperti halnya yang dialami Indrodjojo Kusumonegoro atau yang akrab disapa Indro Warkop.

Komedian berusia 61 tahun ini adalah perokok berat. Bahkan dalam sehari, dia bisa menghabiskan 4 bungkus rokok. “7 tahun setelah saya berhenti merokok saya kena (jantung) koroner,” ujarnya dalam konferensi pers Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru di bilangan Menteng, Jakarta, Selasa (14/2/2020).

Indro menyebut dia merokok sejak remaja. Rokok seperti narkoba baginya. Dia mengaku sempat seperti orang sakau dalam dua minggu ketika berupaya berhenti merokok. Bahkan selama 3 bulan, Indro sulit menelan makanan ataupun air.

Namun, dia tidak mau kalah dengan hawa nafsunya untuk merokok. Akhirnya Indro berhasil melalui masa-masa itu.  

“Rokok bikinan manusia, saya bikinan tuhan. Saya menang melawan diri saya. Saya laki, saya jantan, saya merasa bisa mengendalikan hawa nafsu saya sendiri. Itu sebuah kemenangan atau kemerdekaan terbesar dalam hidup saya,” tuturnya.

Lantas apa yang memicu Indro untuk berhenti merokok? Kata dia, semua karena anak. Indro menceritakan kala itu anaknya yang masih kecil minta difoto sambil memegang rokok seperti dirinya. Pada titik itu dia merasa miris dan memutuskan untuk berhenti. ”Tepatnya sudah 22 tahun saya tidak merokok,” ungkapnya.

Kini, merokok menjadi kebodohan terbesar dalam hidup Indro Warkop. Dia menyadari sejatinya rokok tidak memberi manfaat sedikitpun bagi dirinya. Adalah bohong kata Indro kalau rokok membuat seseorang lebih kreatif. Semua itu hanya sugesti.

Merokok bukan hanya berdampak buruk bagi penggunanya, tapi juga orang-orang di sekitar. Bahkan akibat asap rokok, banyak orang terkena kanker paru-paru. Oleh karena itu, Indro menyarankan agar merokok dikategorikan sebagai kejahatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merokok
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top