Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

10 Fakta Menarik Film Parasite, Pemenang Best Picture Oscar 2020

Film Parasite (2019) dari Korea Selatan telah membuat sejarah dalam ajang penghargaan Oscar. Karya sinema tersebut telah menjadi film berbahasa asing (non inggris) pertama yang memenangkan kategori Best Picture dalam 92 tahun sejarah penyelenggaraan Oscar.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  08:48 WIB
Parasite - CJ Production -  istimewa
Parasite - CJ Production - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Film Parasite (2019) dari Korea Selatan telah membuat sejarah dalam ajang penghargaan Oscar. Karya sinema tersebut telah menjadi film berbahasa asing (non inggris) pertama yang memenangkan kategori Best Picture dalam 92 tahun sejarah penyelenggaraan Oscar.

Film besutan sutradara Bong Joon-ho yang mengangkat kisah ketidaksetaraan kelas itu juga membawa pulang beberapa piala Oscar lainnya, seperti dalam kategori Best International Feature Film, Best Original Screenplay, dan Best Director.

Sebelumnya, Parasite juga telah membawa piala di berbagai festival film dan penghargaan internasional lainnya. Sebut saja seperti Cannes Film Festival, Golden Globe, British Academy Film Awards, Spirit Awards, dan masih banyak lagi.

Dilansir dari The Hollywood Reporter, Selasa (11/2) berikut ini adalah 10 hal menarik tentang proses pembuatan dan balik layar film Parasite :

1. Plot cerita terinspirasi dari pengalaman Bong Joon-ho

Pada awal usia 20-an, Bong adalah guru matematika untuk keluarga kaya di Seoul, Korea Selatan. Dia diperkenalkan kepada mereka melalui pacarnya, Jung Sun-young (yang sekarang menjadi istrinya). Ketika itu, Jung sendiri telah menjadi guru Bahasa Inggris untuk keluarga tersebut.

Pengalaman Bong itu sangat mirip dengan cerita film Parasite di mana keluarga Kim dapat bekerja di rumah orang kaya, “Gagasan tentang tentang keluarga miskin yang menyusup ke dalam kehidupan orang kaya adalah tempat saya pertama kali menggali ide cerita film ini,” kata Bong.

2. Bong mulai menulis film saat mengerjakan Snowpiercer dan Okja

Pada 2013, Bong sedang menyelesaikan film thriller science fiction yang berjudul Snowpiercer. Setelah itu, ia menulis naskah untuk film Parasite babak pertama sebanyak 15 halaman. Proyeknya sempat tertunda karena karena ada proyek lain yakni Okja yang harus dikerjakannya.

Akan tetapi, dia meminta asistennya Han Jin-won untuk meneruskan penelitian untuk film Parasite, “Bong membuatnya tampak seperti proyek ang ringan dan mudah. Hanya beberapa jam pengembangan dalam sehari ketika dia bekerja untuk Okja,” kata Han.

3. Dua rumah dalam film dibangun dari awal

Mayoritas film Parasite berlatar tempat di dua rumah yakni rumah keluarga Kim dan keluarga Park. Perbedaan yang mencolok antar keduanya menggambarkan perbedaan dalam kehidupan mereka.

“Meskipun film ini tidak memiliki banyak set, saya mengerti bahwa rumah-rumah ini akan sangat pentung untuk simbol, karena 80 persen dari cerita terjadi di dalamnya,” kata Lee Ha-jun, desainer produksi.

Digambarkan, rumah yang rumit dari keluarga Park dibangun di atas lahan kosong di daerah Jeonju, sementara apartemen dan lingkungan di lantai dasarnya dibangun dalam tangki air yang besar.

4. Choi Woo-sik gugup beradu peran dengan Song Kang-ho

Aktor Choi Woo-sik dalam film Parasite merupakan salah satu pemeran utama, dia menjadi anak dari karakter yang dimainkan oleh Song Kang-ho. Beradu peran dengan Song, yang merupakan aktor senior diakui Choi membuatnya sangat gugup.

“Untuk setiap anak di Korea Selatan yang ingin menjadi aktor, kesempatan bekerja dengan Song Kang-ho seperti sebuah mimpi. Seluruh pemeran agak tergantung padanya,” kata Choi.

5. Parasite adalah kolaborasi keempat Bong Joon-ho dan Song Kang-ho

Sebelum proyek dalam film Parasite, Bong dan Song telah mengerjakan beberapa proyek film bersama-sama. Film itu adalah Memories of Murder (2003), The Host (2006), dan Snowpiercer (2013).

Bong mengatakan Song merupakan aktor yang memiliki kemampuan luar biasa sehingga dia sangat percaya diri memeasukkan adegan-adegan yang unik, karena yakin Song akan mampu melakukannya dengan baik.

“Naskah Parasite, memiliki momen yang berani, tak terduga, dan agak kontroversial di bagian akhirnya. Tetapi mengingat Song Kang-ho yang akan menyelesaikannya, aku tidak terlalu khawatir dengan itu,” kata Bong.

6. Penulis naskah Han Jin-won membawa tiga versi skenario

Han merupakan asisten produksi Bong dalam film Snowpiercer, sebelum akhirnya dia diminta untuk melakukan penelitian tentang kehidupa sehari-hari warga Korea Selatan.

Selama berbulan-bulan, dia mewawancarai banyak orang termasuk pembantu rumah tangga, pengajar, dan sopir. Dia juga berkeliling menjelajahi lingkungan orang kaya dan miskin di sekitaran Seoul.

Dia akhirnya menulis tiga versi skenario yang berbeda berdasarkan umpan balik Bong. Sutradara akhirnya menarik ide-ide yang ditemukan Han dalam skripnya sendiri dan memasukkannya sebagai penulis bersama-sama.

7. Bong terkejut dengan keberhasilan film

Sejak awal merilis film ini Bong tidak terlalu ambil pusing dengan berbagai penghargaan internasional. Dia mengatakan karena plot ceritanya yang tidak biasa, dia bahkan tidak berharap untuk mendapatkan uangnya kembali.

Namun nyatanya, film tersebut disambut sangat baik di sejumlah penghargaan. Dia percaya bahwa alasan mengapa filmnya bisa populer adalah resonansi dengan audiens dan eksplorasi soal kapitalisme dalam filmnya.

“Film ini berbicara tentang dua keluarga yang bersebrangan, tentang kaya verus miskin. Itu adalah tema yang universal, karena kita semua hidup di negara yang sama sekarang. Kapitalisme,” kata Bong.

8. Produser Kwak Sin-ae mengatakan Bong sangat lucu ketika proses syuting

Selama musim penghargaan film, Bong menjadi viral karena selera humor dalam setiap pidatonya. Produser film Kwak Sin-ae membenarkan bahwa di set pengerjaan film dia juga menciptakan suasana yang menyenangkan meskipun film ini membawa cerita kelam.

“Dia sangat detail dan sangat cepat dengan keputusannya. Semua orang di industri film Korea sangat menyadari kepribadian Bong. Tentu saja, orang ingin bekerja sama karena dia membuat film yang hebat, tetapi juga karena dia sangat menyenangkan ketika berada di dalam set,” kata Kwak.

9. Bong sengaja membuat ambigu Scholar Stone dalam film

Di Korea Selatan, Scholar Stone (Suseok) merupakan benda yang sangat dihargai banyak orang. Dalam film Parasite, batu itu diberikan oleh teman Min karena melambangkan keberuntungan.

Akan tetapi, pada akhirnya film itu juga menunjukkan bahwa kehadiran batu tersebut tidak membantu membawa keluarga Kim menjadi kaya, seperti yang mereka pikirkan dan harapkan.

“Pada dasarnya, saya pikir itu mewakili keinginan untuk tidak menyerah pada gagasan bahwa dia bisa menjadi orang yang memberi keluarganya kehidupan yang lebih baik,” kata Song Kang-ho.

10. Bong sedang mengembangkan proyek serial terbatas Parasite

Sebuah serial terbatas yang didasarkan pada cerita Parasite akan dikembangkan di layanan streaming HBO. Sutradara Bong Joon-ho bersama dengan Adam McKay dilaporkan akan memproduksi serial tersebut.

“Dengan bioskop, sebuah karya dibatasi untuk waktu tayang sekitar 2 jam. Padahal ada begitu banyak cerita yang saya pikir dapat terjadi di antara sekuens film. Jadi dengan sertial televisi untuk Parasite, saya kira kita akan dapat membuat karya yang luas dan berkualitas tinggi,” kata Bong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top