Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Caranya Pasien Terinfeksi Virus Corona Bisa Sembuh

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Ananda Wibawanta Ginting mengatakan jika tatalaksana penanganan orang yang terpapar virus corona sesuai, maka korban bisa sembuh.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  10:32 WIB
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). ANTARA FOTO - Umarul Faruq
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). ANTARA FOTO - Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak lebih dari 4.000 pasien terinfeksi virus corona dinyatakan sembuh. Sementara 1.017  orang meninggal dunia.

Jumlah yang terinfeksi sendiri hingga saat ini sudah mencapai di atas 43.103 orang. Dengan ribuan orang yang sembuh, artinya wabah virus corona yang terjadi sejak akhir Desember 2019 ini bisa disembuhkan.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo  Ananda Wibawanta Ginting, masyarakat sebaiknya tidak terlalu resah sebab jika tatalaksana penanganan orang yang terpapar virus corona sesuai, maka korban bisa sembuh.

"Meski sampai sekarang belum ada anti-virus, namun bukan berarti tidak bisa sembuh. Pasien yang terinfeksi bisa menjalani pengobatan yang sifatnya suportif dan fokus pada pasien jika terjadi komplikasi," ucap Ananda saat ditemui di Jakarta, Sabtu 8 Februari 2020.

Jadi pengobatan virus corona sampai sekarang masih bersifat suportif yakni menyesuaikan dengan kebutuhan pasien. Misalnya pasien kekurangan oksigen dikasih oksigen, kurang cairan diinfus, ada penyakit penyerta diobati, kalau ada demam dikasih demam, kalau gangguan pernapasan diberi alat bantu pernapasan.

Perlu diketahui, lanjut Ananda, faktor risiko virus corona berefek pada kematian atau kondisi memburuk biasanya karena multifaktor. Pertama ialah usia yang semakin tua maka daya tahan tubuh akan melemah dan mudah terkena penyakit.

Kemudian pasien bukan terpapar virus corona saja tetapi juga memiliki penyakit penyerta lainnya seperti kanker, jantung, diabetes, atau gagal jantung. Belum lagi saat tata laksana perawatan pasien selama masa pemantauan kondisinya tidak sesuai, kemudian pemberian cairan dan nutrisi juga tidak adekuat.

"Penyakit penyerta bisa berdampak pada komplikasi sehingga kita juga fokus pada penyembuhan di bagian komplikasi. Yang bisa kita lakukan menjaga agar dampak yang dirasakan pasien tidak terlalu berat. Sebab jika penyakit penyerta di luar paparan virus nConV muncul maka kondisi klinis pasien akan semakin berat," ucap Ananda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona

Sumber : Tempo.co

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top