WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Menyatakan Sehat dan Siap Pulang

WNI yang terpaksa dievakuasi dari Wuhan, China, akibat virus corona (covid-19), menyatakan sehat. Mereka banyak tertawa dan mengatakan makanan di tempat pengungsian jauh lebih enak dari di China. Mereka siap pulang.
Andya Dhyaksa
Andya Dhyaksa - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  12:55 WIB
Loading the player ...
Kapten dan crew Batik Air merasa sehat dan siap kembali ke masyarakat - Pusat Informasi Terpadu COVID/19

Bisnis.com, JAKARTA - Program observasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2020) akibat wabah virus corona (covid-19) kini sudah memasuki hari ke-11. Dalam beberapa video yang diberikan oleh Pusat Informasi Terpadu COVID-19, terlihat para WNI yang berhasil dievakuasi menjalani kehidupan sehari-harinya dengan rileks.

Salah satunya adalah apa yang dialami oleh dua WNI bernama Diko dan Elvi. Menurut Diko, sejauh ini penanganan pemerintah terhadap para WNI di Natuna sudah baik. Terlebih soal makanannya.

Pada video tersebut, Diko terlihat sedang makan. Pria dengan rambut dikuncir itu mengambil menu sosis, tempe dan daging. "Jarang-jarang makan daging ini," ucapnya sambil tersenyum. Diko mengakui bahwa makanan di tempat penampungan sementara itu jauh lebih baik jika dibanding di China. "Jauh lebih enak di sini. Apalagi di sini ada cumi, karena dekat laut."

Hal yang sama diungkapkan oleh Elvi. Dia merasa menu yang disediakan di tempat penampungan sementara ini sudah lengkap. Mulai dari vitamin, protein, hingga karbohidrat. "Ini sarapan pagi. Kalau siang biasanya lebih enak lagi," kata Elvi yang mengambil menu makan sama dengan Diko.

Menurut WNI lain yang tengah masih diobservsi, mereka menyatakan sehat dan siap kembali pulang ke tengah masyarakat. Hal ini, setidaknya diungkapkan oleh salah satu kapten kapal Batik Air yang melakukan evakuasi dari Wuhan. "Alhamdulillah kami seluruh crew sudah sehat. Kami siap pulang. Alhamdulillah aman," ucap Kapten Batik Air yang saat direkam menggunakan masker tersebut.

Selain makanan yang layak, para WNI yang tengah diobservasi juga bisa leluasa melakukan aktivitas agama. Misalnya yang dilakukan oleh Shinta, satu-satunya WNI yang dievakuasi dari Wuhan dan beragama Hindu. Dalam salah satu video, Shinta terlihat tengah bersembahyang di salah satu kamar tidur.

Sejauh ini, ada 245 WNI yang tengah ditampung di Natuna. Rencananya, proses observasi berlangsung hingga 14 hari sejak mereka mendarat di Natuna pada 2 Februari lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
natuna, wni, coronavirus, virus corona

Editor : Andya Dhyaksa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top