Dalam Dua Bulan, Dua Korban Meninggal Akibat DBD di Trenggalek

Sudah dua korban meninggal akibat DBD di Trenggalek pada awal tahun ini. Jumlah tersebut terhitung tinggi. Langkah pencegahan harus dilakukan, mengingat musim penghujan akan berakhir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  18:39 WIB
Dalam Dua Bulan, Dua Korban Meninggal Akibat DBD di Trenggalek
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Sudah dua orang yang meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kejadian pertama pada Januari 2020. Sedangkan kedua, pada Februari ini. Sedangkan puluhan lainnya harus dirawat di RSUD Soedomo, Trenggalek.

"Total kasus DBD di Trenggalek selama dua bulan terakhir, Januari hingga pertengahan Februari ada sebanyak 76 kasus, dengan dua di antaranya meninggal dunia," kata Saeroni, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Jumat (14/2/2020).

Ia menjelaskan DBD saat ini banyak menyerang wilayah dataran, khususnya di Kecamatan Kota Trenggalek.Lonjakan kasus DBD bahkan menyebabkan RSUD dr Soedomo, Trenggalek mengalami "over bad" atau kelebihan kapasitas. Akibatnya, sebagian pasien terpaksa dirawat di lorong-lorong ruang perawatan rumah sakit.

Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek Sujiono menambahkan selama satu setengah bulan terakhir tercatat ada 54 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Rinciannya, 27 pasien dirawat pada periode Januari dan 27 pasien lainnya pada Februari.

"Hingga pertengahan Februari ini yang masih dirawat ada 27, dewasa maupun anak-anak. Mayoritas pasien DBD ini adalah rujukan dari puskesmas dan klinik,"katanya.

Sekalipun telah terjadi kasus kematian akibat DBD, Pemkab Trenggalek belum menetapkan status demam berdarah sebagai kasus KLB (Kejadian Luar Biasa).

Angka kejadian DBD pada awal 2020 memang cukup tinggi, yakni total 76 kasus selama kurun Januari hingga pertengahan Februari. Namun prevalensinya secara keseluruhan masih jauh dari kejadian kasus sejenis pada 2019 yang tercatat mencapai 507 dan sebanyak 206 pada 2018.

Kawasan endemik yang menjadi langganan DBD sendiri diidentifikasi ada di Kecamatan Durenan, Pogalan dan Kecamatan Trenggalek. Saeroni berharap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman demam berdarah.

Upaya pencegahan dengan melakukan PSN jauh hari wajib dilakukan. Demikian pula dengan kegiatan fogging atau pengasapan. Sebab, pada penghujan biasanya terjadi peningkatan jumlah populasi nyamuk Aides Aegypti yang pembawa virus demam berdarah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dbd, jawa timur

Sumber : Antara

Editor : Andya Dhyaksa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top