Mau Cepat Hamil? Perhatikan Hal Penting Ini

Bagi pengantin baru, kehamilan menjadi momen yang ditunggu-tunggu pasca menikah. Sebab kehadiran sang buah hati dianggap menjadi pelengkap untuk sebuah keluarga.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  10:34 WIB
Mau Cepat Hamil? Perhatikan Hal Penting Ini
Wanita hamil - telegraph.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi pengantin baru, kehamilan menjadi momen yang ditunggu-tunggu pasca menikah. Sebab kehadiran sang buah hati dianggap menjadi pelengkap untuk sebuah keluarga.

Seperti kata pepatah, banyak anak banyak rezeki. Untuk mendapatkan anak, bahkan sejumlah pasangan rela mengikuti program khusus kehamilan.

Namun tahukah anda, ternyata dengan mengonsumsi makanan yang mengandung makronutrien dan mikronutrien seimbang dapat mempercepat terjadinya proses kehamilan.

Dr. Thomas Chayadi, spesialis kandungan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Puri Indah menjelaskan adapun makronutrien atau zat gizi yang banyak menyumbang energi bagi tubuh terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak.

Baik kualitas dan kuantitas dari karbohidrat berpengaruh terhadap metabolisme. Karbohidrat, mempengaruhi sensitivitas insulin pada individu yang sehat. Untuk mereka yang ingin cepat punya anak, lebih baik mengurangi makanan yang mengandung indek glikemik tinggi atau angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan seperti roti putih karena berisiko untuk mengalami gangguan ovulasi.

"Konsumsi serat yang berlebih juga dapat menggangu ovulasi, konsumsi serat lebih dari 22 gram per hari," katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (17/2/2020).

Kemudian, diet protein yang seimbang dibutuhkan untuk pembentukan sel. Makanan yang mengandung protein antara lain daging sapi, ikan, ayam, dan kacang-kacangan.

Sementara konsumsi lemak jenuh yang berlebih dapat menggangu sel telur. Namun, konsumsi asam lemak tak jenuh terutama lemak tak jenuh ganda dapat memperbaiki proses pembentukan sel telur.

Konsumsi lemak trans juga harus dihindari karena berhubungan dengan resistensi insulin yang lebih tinggi dan dapat menggangu fungsi ovulasi. Thomas menerangkan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi yakni daging merah, susu dan produk susu yang berlemak tinggi dan makanan berminyak lainnya.

Makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti alpukat, olive oil, salmon dan kacang-kacangan seperti almon, walnut, hazelnut. Lemak trans biasanya dijumpai pada makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, ayam goreng, mentega.

Selain makronutrien, mikronutrien juga berpengaruh dalam mempercepat proses kehamilan. Mikronutrien kata Thomas antara lain, pertama asam folat.

Kadar asam folat yang rendah dihubungkan dengan pembelah sel yang kurang baik, peningkatan kadar stress oksidatif, dan kematian sel. Hal-hal tersebut dapat menggangu proses perkembangan sel telur. Oleh karena itu penting sekali untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat seperti sayur-sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian dan buah beet.

Kedua, vitamin D yang berperan penting dalam reproduksi manusia. Vitamin D dapat diperoleh dengan berjemur pada sinar matahari pagi, dan makanan seperti minyak ikan Cod, Salmon, tuna, Sarden, hati sapi, dan jamur kancing.

Ketiga, zat besi yang berperan penting dalam ovulasi. Pada perempuan dengan anemia defisiensi besi dan kadar ferritin yang rendah dijumpai pada perempuan dengan gangguan kesuburan. Kata Thomas, makanan yang mengandung zat besi terdapat pada daging merah, kacang-kacangan, kuning telur, sayur berdaun gelap atau hijau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hamil

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top