Ini Cara Menjaga Kesehatan Dompet Saat Berpacaran

Kejujuran dalam membina hubungan sangat penting, termasuk jujur terhadap kondisi keuangan. Saat berada di fase pendekatan, maka pasangan bisa saling mengenal, terbuka dan menjadi diri sendiri.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  16:04 WIB
Ini Cara Menjaga Kesehatan Dompet Saat Berpacaran
Ilustrasi - Naturalsignificance

Bisnis.com, JAKARTA - Pacaran adalah proses menuju komitmen hidup senang maupun susah. Rasa sayang kepada pasangan sering diekspresikan dengan cara memanjakan, seperti mentraktir makan, menonton bioskop, jalan-jalan, memberikan barang, dan sebagainya.

Kondisi itu tidak jarang membuat kondisi keuangan menjadi tidak sehat. Jadi, perlu batasan bagi kita dalam memanjakan pasangan.

Berikut saran-saran dari Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), agar kondisi keuangan Anda tetap sehat.

1. Terbuka dengan pasangan

Tahap berpacaran sering disebut sebagai tahap pendekatan dan mencari kecocokan sebelum menuju tahap yang lebih serius dalam berkomitmen, yakni menikah.

Tahap pendekatan adalah saatnya mengenal pasangan dan level kompromi yang dapat kita berikan satu sama lain. jadi, pada tahap ini adalah tahap bagi pasangan untuk saling terbuka, menjadi diri sendiri apa adanya.

Kejujuran sangatlah penting dalam membina hubungan, termasuk jujur dalam keuangan. Apakah keuangan yang kita miliki sudah 100% mandiri adalah hasil keringat sendiri atau masih ada bantuan dari orang tua.

2. Sesuaikan dengan kemampuan

Bagi pasangan yang sering dimanjakan, apakah harga diri bisa terbeli dengan pemberian berlebihan? Sementara bagi yang suka memanjakan pasangan, coba tanyakan apakah pasangan masih akan menyayangi kita seandainya tidak punya uang.

Ketika memberi suatu benda materiil kepada pasangan, maka sesuaikan dengan kondisi kantong. Kita jangan sampai berhutang karena justru akan memberatkan kondisi finansial di masa depan.

Memasuki tahap ini, biarkan hati bekerja untuk menjajaki kecocokan secara wajar, murni, tanpa kepalsuan dan emosi atas kekayaan atau keserakahan.

3. Mulai atur pola manajemen keuangan

Saat kedua pasangan sudah yakin dengan pilihannya dan berani menatap hari depan bersama, langkah berikutnya adalah mulailah perencanaan rumah tangga.

Bagaimana membangun keluarga mandiri ke depannya, termasuk mandiri secara keuangan.

Langkah pertama adalah pengaturan pola manajemen keuangan. Masing-masing harus bisa mengetahui berapa pengeluaran setiap bulan, berapa utang yang dimiliki serta berapa aset yang dimiliki.

Kemudian jangan lupa untuk menyisihkan  dari pendapatan untuk investasi, demi masa depan yang lebih baik. Masih ada tahapan berikut yang membutuhkan perencanaan keuangan yang matang: menikah, memiliki anak, sekolah anak, rumah, hingga persiapan pensiun.

Dalam hal ini keterbukaan finansial menjadi faktor penting. Sudah ada saling percaya bahkan mulai tumbuh saling ketergantungan, dan semua kepercayaan dan saling terbuka ini tidak akan terjadi jika tidak dilatih sejak awal pacaran.

Biarkan hati yang menjajaki secara murni kecocokan masing-masing. Pacaran adalah proses mencari kesiapan untuk hidup senang maupun susah secara bersama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, menikah, pacaran

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top