Bisakah Obat Malaria Sembuhkan Pasien Corona? Ini Penjelasannya

Pihak berwenang di China dilaporkan sedang menguji penggunaan chloroquine phosphate untuk pasien penderita virus Corona. Chloroquine phosphate selama ini dikenal sebagai zat kimia yang terdapat pada obat Malaria.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Februari 2020  |  14:53 WIB
Bisakah Obat Malaria Sembuhkan Pasien Corona? Ini Penjelasannya
Peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) melakukan proses pemisahan cairan (ekstraksi) struktur pernafasan (respirasi) kelelawar asal Kepulauan Riau di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2020). Penelitian respirasi kelelawar tersebut untuk memastikan apakah di dalamnya terdapat virus corona 2019-n CoV dan kemungkinan untuk dibuatkan vaksin pada tahapan proses penelitian berikutnya. ANTARA FOTO - Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - China sedang menguji coba penggunaan chloroquine phosphate kepada pasien penderita virus Corona.  Lantas bagaimana kemanjuran zat yang dikenal sebagai antimalaria itu? 

Ahli mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra menjelaskan obat antimalaria chloroquine phosphate memiliki efek antivirus. Karena itu chloroquine phosphate bisa digunakan dalam pengobatan pasien yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19.

"Jadi zat klorokuin (chloroquine) punya antimalaria sekaligus punya aktivitas antivirus. Obat itu juga dipelajari untuk pengobatan HIV. Meski belum diketahui apakah bisa untuk virus apa saja, tapi yang jelas zat itu pernah diteliti juga punya aktivitas anti-HIV," kata Sugiyono ketika dihubungi Antara, Sabtu (22/2/2020).

Sebelumnya, ahli kesehatan China mengumumkan telah menemukan cara baru dalam menangani pasien terpapar virus Corona atau COVID-19 dan menyatakan bahwa penggunaan obat antimalaria lebih efektif untuk merawat pasien COVID-19.

Menurut Pusat Pengembangan Bioteknologi Nasional China yang berada di bawah Kementerian Sains dan Teknologi, chloroquine phosphate memiliki efek penyembuhan tertentu pada pasien yang terserang penyakit pernapasan akibat infeksi virus Corona baru.

Pemerintah China diwartakan sedang menguji penggunaan obat tersebut untuk pasien COVID-19 di lebih dari 10 rumah sakit di Beijing serta rumah sakit di Provinsi Guangdong dan Provinsi Hunan.

Chloroquine phosphate biasa digunakan untuk mengobati malaria, penyakit yang disebabkan oleh protozoa dan menular ke manusia lewat gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.

"Secara general (umum) bisa dianalogikan memang bisa digunakan. Karena dari penelitian sebelumnya zat itu bisa digunakan untuk anti-HIV di mana HIV memang disebabkan virus RNA, sama seperti Corona," kata Sugiyono.

Virus RNA adalah virus yang materi genetiknya RNA (asam ribonukleat) sedangkan virus DNA materi genetiknya asam deoksiribonukleat (DNA).

Penyakit ebola, SARS, rabies, hepatitis C, dan HIV/AIDS disebabkan oleh virus RNA. Virus Corona juga termasuk virus RNA.

Virus corona baru sejak akhir 2019 menyebabkan wabah COVID-19 di wilayah China. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia, hingga 21 Februari COVID-19 telah menginfeksi 76.769 orang di 26 negara. Kasus terbanyak di daratan China dengan 75.569 kasus. Virus itu telah menyebabkan 2.239 orang di China dan delapan orang di luar China kehilangan nyawa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona, malaria

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top