Obat Penyakit Malaria Cegah Penularan Virus Corona

Zat klorokuin dari obat antimalaria memiliki sifat antivirus. Ahli kesehatan China mengumumkan telah menemukan cara baru dalam menangani pasien Covid-19 dan menyatakan penggunaan obat antimalaria lebih efektif untuk merawat pasien Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Februari 2020  |  21:59 WIB
Obat Penyakit Malaria Cegah Penularan Virus Corona
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menemukan bahwa obat antimalaria bisa mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Ahli mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra, menjelaskan obat antimalaria klorokuin fosfat memiliki efek antivirus. Karena itu bisa digunakan dalam pengobatan pasien Covid-19 penyakit akibat infeksi virus corona baru.

"Jadi zat klorokuin punya antimalaria sekaligus punya aktivitas antivirus. Obat itu juga dipelajari untuk pengobatan HIV. Meski belum diketahui apakah bisa untuk virus apa saja, yang jelas zat itu pernah diteliti juga punya aktivitas anti-HIV," katanya.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 21 Februari 2020, virus corona baru atau Covid-19 telah menginfeksi 76.769 orang di 26 negara, dengan kasus terbanyak di daratan Cina dengan 75.569 kasus. Virus itu telah menyebabkan 2.239 orang di China dan delapan orang di luar China kehilangan nyawa.

Ahli kesehatan China sebelumnya mengumumkan telah menemukan cara baru dalam menangani pasien Covid-19 dan menyatakan penggunaan obat antimalaria lebih efektif untuk merawat pasien Covid-19. Menurut Pusat Pengembangan Bioteknologi Nasional China yang berada di bawah Kementerian Sains dan Teknologi, klorokuin fosfat memiliki efek penyembuhan tertentu pada pasien yang terserang penyakit pernapasan akibat infeksi virus corona baru.

Pemerintah China diwartakan sedang menguji penggunaan obat tersebut untuk pasien Covid-19 di lebih dari 10 rumah sakit di Beijing serta rumah sakit di Provinsi Guangdong dan Provinsi Hunan. Klorokuin fosfat biasa digunakan untuk mengobati malaria, penyakit yang disebabkan oleh protozoa dan menular ke manusia lewat gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
obat, Virus Corona

Sumber : Tempo.co

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top