Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Amerika Serikat Cari Sukarelawan untuk Vaksin Virus Corona

Amerika sedang mencari 45 sukarelawan sehat berusia antara 18 hingga 55 tahun untuk melakukan uji coba awal, guna vaksin memicu respon kekebalan tubuh terhadap virus corona.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 11 Maret 2020  |  15:32 WIB
Pekerja melakukan pengemasan saat memproduksi vaksin di laboratorium milik PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/8/2018). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Pekerja melakukan pengemasan saat memproduksi vaksin di laboratorium milik PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/8/2018). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Para peneliti di Seattle, Amerika Serikat mulai merekrut sukarelawan sehat untuk berpartisipasi dalam uji klinis eksperimental vaksin virus corona (Covid-19).

Dilansir dari Live Science, Rabu (11/3/2020) vaksin tersebut dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi bernama Moderna Therapeutics dan telah dikirimkan ke National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) di Maryland.

Badan tersebut dilaporkan telah mengantisipasi peluncuran uji klinis pada akhir April mendatang dan akan mensponsori lembaga penelitian kesehatan bernama Kaiser Permanente Washington untuk melakukan pengujian.

Rencananya, lembaga tersebut akan mencari 45 sukarelawan sehat berusia antara 18 hingga 55 tahun untuk dilakukan uji coba awal, yang bertujuan menentukan apakah vaksin memicu respon kekebalan tubuh dan apakah dosis yang diberikan menyebabkan efek samping yang merugikan atau tidak.

Dilaporkan bahwa para sukarelawan akan dibayar sekitar US$1.100 jika mereka mengikuti uji coba klinis dengan total 11 kali vaksinasi selama periode 14 bulan ke depan atau sekitar US$100 untuk setiap janji yang mereka hadiri.

Setelah uji coba keamanan awal yang dilakukan, efektivitas vaksin juga masih harus diuji dalam beberapa kali uji coba klinis pada kelompok orang yang lebih besar, sebelum didistribusikan secara luas. Untuk itu, pengembangan vaksin sebuah penyakit membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Adapun, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa saat ini adalah sekitar 35 vaksin virus corona baru berbeda yang sedang dikembangkan di seluruh dunia.

Mereka menambahkan, vaksin akan melalui berbagai tahapan jangka menengah dan panjang hingga akhirnya ditetapkan sebagai metode pengobatan yang definitif, berdasarkan hasil uji klinis serangkaian tahapan percobaan dan evaluasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat corona vaksin Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top