Mengurangi Risiko Diabetes dan Tekanan Darah Tinggi? Ini Caranya

Studi penelitian dilakukan berdasarkan data dari 1.923 peserta dalam studi nasional pengembangan risiko ateri koroner pada rentang usia dewasa muda, dengan rata-rata usia 45 tahun.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 14 Maret 2020  |  20:09 WIB
Mengurangi Risiko Diabetes dan Tekanan Darah Tinggi? Ini Caranya
Ilustrasi - Wowamazing

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah studi terbaru menyatakan bahwa aktivitas berjalan kaki rutin yang dilakukan selama bertahun-tahun dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit diabetes dan mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Studi tersebut telah divalidasi dan dipresentasikan di American Heart Association’s Epidemiology and Prevention/Lifestyle and Cardiometabolic Health Scientific Sessions 2020 di Arizona, Amerika Serikat.

Studi penelitian dilakukan berdasarkan data dari 1.923 peserta dalam studi nasional pengembangan risiko ateri koroner pada rentang usia dewasa muda, dengan rata-rata usia 45 tahun.

Dalam studi ini, para peserta mengenakan perangkat yang disebut Accelerometer untuk mengukur aktivitas fisik setidaknya 10 jam sehari dalam kurun waktu 4 hari. Hal ini terus dilakukan berulang hingga setidaknya penelitian telah berjangka sekitar 9 tahun.

Hasilnya, para peneliti melaporkan bahwa setiap 1.000 langkah per hari yang dilakukan selama bertahun-tahun berkorelasi dengan penurunan risiko obesitas sebesar 13 persen. Angka penurunan risikonya terus meningkat hingga 61 persen dengan peningkatan jumlah langkah per hari.

Para peneliti juga menyatakan bahwa peserta studi yang melangkah paling banyak dalam kurun waktu 9 tahun memiliki risiko diabetes 43 persen lebih rendah dan risiko tekanan darah tinggi 31 persen lebih rendah.

Cyrus Khambatta, Founder Mastering Diabetes mengatakan bahwa banyak orang keliru dengan menilai jalan kaki tidak dianggap sebagai olahraga dan tidak memiliki efek positif bagi kesehatan fisik maupun mental. Padahal justru sebaliknya.

“Untuk penderita diabetes, bahkan berjalan kaki sebentar selama 30 menit sebelum atau sesudah makan memiiki dampak besar dalam menurunkan kadar glukosa darah dalam tubuh,” katanya seperti dilansir Healthline, Sabtu (14/3).

10.000 Langkah

Adapun, patokan atau istilah yang seringkali digaungkan untuk hidup sehat adalah 10.000 langkah per hari. Disebut Manpo-kei, dipopulerkan seorang ilmuwan Jepang pada 1965 terkait antusiasme warga dengan adanya Olimpiade Tokyo 1964.

Sarah Kato, seorang praktisi perawat spesialis diabetes mengatakan bahwa dirinya merekomendasikan pasien diabetes untuk berjalan kaki sekitar 4.000 hingga 8.000 langkah per hari.

“Ini adalah masalah kualitas. 4.000 langkah di pedesaan yang naik turun bukit dapat memberikan manfaat kesehatan lebih baik daripada 8.000 langkah di dalam mall. Tetapi itu juga lebih baik daripada tidak sama sekali,” tandasnya.

Dia mengatakan bahwa orang yang banyak berjalan kaki memiliki aura positif karena seringkali mendapati tidur yang lebih baik, suasana hati yang lebih stabil, dan pencernaan tubuh yang lebih teratur.

Adapun, Khambatta menambahkan bahwa berjalan kaki tidak hanya bagus untuk orang-orang dengan diabetes saja. Akan tetapi, aktif secara umum dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan meningkatkan kognisi.

Dia melanjutkan, sebuah studi terpercaya juga menunjukkan bahwa mengambil lebih banyak langkah setiap hari juga dapat mengurangi depresi dan kecemasa.

“Mengingat semakin banyak orang yang didiagnosis dengan gangguan kesehatan mental, berjalan adalah cara sederhana untuk secara dramatis meningkatkan kesehatan mental Anda secara gratis dan dapat menjadi kegiatan sosial pada saat yang sama,” kata Khambatta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, penyakit

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : David Eka Issetiabudi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top