Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obat Hipertensi Lebih Ampuh dikonsumsi Sebelum Tidur

Mengonsumsi obat tekanan darah tinggi sebelum tidur dinilai lebih ampuh dan bekerja lebih baik pada penderita hipertensi.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  02:16 WIB
Obat Hipertensi Lebih Ampuh dikonsumsi Sebelum Tidur
Ilustrasi - Wowamazing
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Mengonsumsi obat tekanan darah tinggi sebelum tidur dinilai lebih ampuh dan bekerja lebih baik pada penderita hipertensi.

Penelitian juga membuktikan bahwa mengonsumsi obat hipertensi sebelum tidur dapat membantu mengendalikan tekanan darah di malam hari dan mengurangi risiko penyakit dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Hal ini diungkap dalam penelitian di Spanyol yang dipublikasikan di European Heart Journal 2019.

Peneliti mengikuti 20.000 pasien selama rata-rata enam tahun dan menemukan bahwa pasien yang minum obat sebelum tidur ternyata memiliki risiko kematian yang lebih rendah. Tekanan darah mereka lebih terkontrol dibandingkan dengan mereka yang minum obat di pagi hari.

"Jadwal Anda minum obat penurun tekanan darah ternyata menjadi pertimbangan dan diperhitungkan, " kata peneliti Ramon Hermida, dari Vigo University Spanyol. Efek menguntungkan dari terapi sebelum tidur adalah pada fungsi (ginjal) dan profil lipid yang terkontrol.

Hermida dkk., merancang penelitian acak besar untuk memberikan bukti konklusif bahwa jadwal minum obat mempengaruhi penderita hipertensi. Mereka merekrut 19.084 pasien hipertensi - 10.614 pria dan 8.470 perempuan.

Kemudian, secara acak mereka ditugaskan untuk minum obat penurun tekanan darah di pagi hari atau malam hari sebelum tidur. Semua sukarelawan mengenakan alat ukur tekanan darah rawat jalan, yang melacak tekanan darah 24 jam sehari.

Para peneliti menemukan jadwal minum obat ternyata sangat mempengaruhi penderita hipertensi. Hal ini ditemukan setelah memperhitungkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, diabetes tipe 2, penyakit ginjal kronis, merokok, kadar kolesterol, dan kejadian kardiovaskular sebelumnya.

Pada evaluasi akhir mereka, pasien yang minum obat pada malam hari memiliki kolesterol low-density lipoproteins (LDL) yang lebih rendah, kolesterol high-density lipoproteins (HDL) yang lebih tinggi, dan tekanan darah pada saat tidur yang lebih rendah.

Selama masa tindak lanjut, 3.246 sukarelawan mengalami peristiwa kardiovaskular yakni 274 mengalami serangan jantung, 302 harus melalui prosedur untuk membuka arteri yang tersumbat, 521 didiagnosis gagal jantung, 345 mengalami strok. dan 310 meninggal karena masalah kardiovaskular.

Risiko kejadian ini, dan kematian akibatnya, secara signifikan lebih rendah pada kelompok yang minum obat sebelum tidur. Mereka yang minum obat sebelum tidur 45% lebih kecil kemungkinannya meninggal karena penyebab kardiovaskular secara keseluruhan, 56% lebih kecil untuk meninggal karena penyakit kardiovaskular, 61% lebih kecil kemungkinannya meninggal akibat strok hemoragik dan 46% lebih kecil untuk meninggal akibat strok iskemik.

Mereka yang minum obat sebelum tidur juga 34% lebih kecil kemungkinannya mengalami serangan jantung, 40% lebih kecil kemungkinannya membutuhkan prosedur untuk memperlebar arteri yang tersumbat, 42% lebih kecil untuk mengalami gagal jantung, dan 49% lebih kecil untuk terserang stroke.

“Temuan baru ini luar biasa, dampaknya ternyata sangat besar" kata Matthew Muldoon, seorang profesor kedokteran dan direktur UPMC Heart and Vascular Institute Hypertension Center Pittsburgh University.

Dia mengatakan bahwa para ahli hipertensi percaya bahwa tekanan darah malam hari adalah tekanan darah yang paling penting untuk dikendalikan. Ritme sirkadian mungkin memainkan peran besar, karena selama tidur tekanan darah manusia berada pada titik terendah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipertensi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top