WHO Uji Coba Vaksin Virus Corona

WHO dan mitranya sedang mengadakan penelitian untuk membandingkan perawatan yang belum diuji di beberapa negara.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  15:38 WIB
WHO Uji Coba Vaksin Virus Corona
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus

Bisnis.com, JAKARTA -- Hanya 60 hari setelah virus corona menyebar di hampir seluruh benua di dunia, percobaan vaksin pertama telah dimulai.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutnya pencapaian luar biasa dan mendesak dunia untuk mempertahankan semangat solidaritas yang sama yang telah membantu memerangi Ebola.

Dilansir melalui situs web PBB, news.un.org, Ghebreyesus menjelaskan bahwa karena beberapa uji coba berskala kecil dari vaksin virus corona dengan metodologi berbeda mungkin tidak memberikan bukti yang diperlukan, WHO dan mitranya sedang mengadakan penelitian untuk membandingkan perawatan yang belum diuji di beberapa negara.0

“Studi internasional yang besar ini dirancang untuk menghasilkan data yang kuat yang kami butuhkan untuk menunjukkan perawatan mana yang paling efektif. Kami menyebut studi ini 'Solidarity Trial," ujarnya pada media briefing di Geneva, dikutip Kamis (19/3).

Uji coba ini dilakukan untuk membandingkan vaksin yang sedang dikembangkan dengan vaksin lainnya dan menemukan pengobatan mana yang paling efektif dalam menanggulangi virus corona yang merajalela.

Dua bulan terhitung sangat, mengingat bahwa bulan lalu pejabat WHO memperingatkan bahwa uji coba pertama vaksin COVID-19 diperkirakan tidak lebih cepat dari 3-4 bulan dan peluncurannya ke publik tidak lebih cepat dari 12-18 bulan.

Ghebreyesus tidak menyebutkan di mana saja uji coba dilaksanakan.

Menurutnya, untuk menekan dan mengendalikan sebuah epidemi, negara harus melakukan isolasi, menguji, merawat dan melacak sumber penyakit.

Jika tidak, rantai transmisi masih dapat berlanjut pada tingkat rendah dan kemudian melonjak ketika kebijakan pembatasan jarak fisik diangkat.

Sepekan sejak COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi, kasus infeksi terus melonjak, sekitar setengah dari populasi siswa di dunia tidak bersekolah, orang tua bekerja dari jarak jauh jika memungkinkan, perbatasan ditutup dan kehidupan terganggu.

Di seluruh dunia angka kasus virus corona telah melampaui 200.000 kasus dan lebih dari 8.000 kasus kematian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
who

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top